Pelaku Bom SMAN 72 Jakarta Lakukan Kekerasan Diri? Polisi Curiga FN Ingin Mati

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Pelaku Bom SMAN 72 Jakarta Lakukan Kekerasan Diri? Polisi Curiga FN Ingin Mati

Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Dua Lokasi dan Dugaan Motif yang Masih Membuat Banyak Tanda Tanya

Ledakan mengerikan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta masih menyisakan banyak pertanyaan. Dalam peristiwa tersebut, pelaku meledakkan bom di dua titik berbeda dalam area sekolah, yaitu masjid dan bank sampah. Aksi ini menimbulkan kepanikan dan meninggalkan duka mendalam bagi seluruh komunitas sekolah.

Dua Lokasi Ledakan: Masjid dan Bank Sampah

Aksi pelaku dimulai di area masjid sekolah. Di tempat suci itu, ia menggunakan remote control untuk meledakkan dua bom sekaligus. Suara ledakan keras memecah keheningan pagi dan membuat siswa serta guru berlarian menyelamatkan diri. Tak berhenti di situ, pelaku kemudian berpindah ke area bank sampah, yang tak jauh dari lokasi pertama. Di titik kedua, ia menyalakan dua bom lainnya bukan dengan remote, melainkan dengan sumbu bakar manual. Di lokasi itulah, tubuh pelaku akhirnya ditemukan terkapar dengan luka parah di bagian kepala, bersimbah darah di antara puing-puing ledakan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Diduga Sengaja Melukai Diri Sendiri

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga kuat bahwa pelaku sengaja meledakkan bom tersebut untuk melukai dirinya sendiri. Motif di balik tindakan itu masih menjadi tanda tanya besar, sementara tim penyidik terus melakukan pendalaman. Saat ini, pelaku masih dirawat intensif di rumah sakit. Polisi belum bisa melakukan pemeriksaan mendalam lantaran kondisi kesehatannya belum stabil. Fokus utama aparat adalah memulihkan fisik dan mental pelaku sebelum menggali motif sebenarnya di balik tindakan nekat tersebut.

Jejak Bom di Masjid: Diledakkan Melalui Remote

Fakta lain diungkap oleh Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto, yang menyebut ada dua kawah ledakan di area masjid. Hal itu menunjukkan bahwa dua bom diledakkan secara terpisah di dalam tempat ibadah tersebut. "Di sana ada dua crater, artinya ada dua kawah ledak yang kami temukan di TKP. Berarti kemungkinan diduga memang ada dua bom yang diledakkan di dalam masjid," ujar Henik di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025). Ia menambahkan, bom di masjid itu merupakan rangkaian bom aktif yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan perangkat remote, yang ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian tepatnya di area taman baca sekolah.

Bom di Bank Sampah: Sumbu Bakar dan Logam

Berbeda dengan masjid, lokasi kedua yakni di bank sampah dan taman baca, memperlihatkan pola ledakan yang lebih manual. Bom di tempat ini diledakkan dengan sumbu bakar, dan di sekitar lokasi polisi menemukan kaleng serta pipa logam yang menjadi bagian dari bahan peledak. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan, secara keseluruhan ada tujuh bom yang disiapkan pelaku. Dari jumlah itu, empat di antaranya meledak, sementara tiga bom aktif lainnya berhasil diamankan dan dibawa ke Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya untuk diamankan dan dinonaktifkan.

Misteri Motif dan Luka di Balik Ledakan

Peristiwa mengerikan di SMAN 72 Jakarta ini menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa seorang remaja nekat membawa dan meledakkan bom di lingkungan sekolahnya sendiri? Apa yang mendorongnya hingga tega melukai dirinya sendiri? Polisi belum bisa memastikan motif di balik aksi tragis ini. Namun, dugaan awal mengarah pada upaya melukai diri sendiri yang dilakukan dengan cara ekstrem. Sementara itu, penyidik masih menunggu kondisi pelaku benar-benar pulih agar dapat memberikan keterangan.

Kini, masyarakat, pihak sekolah, dan keluarga para korban hanya bisa berharap agar penyelidikan dilakukan secara terbuka dan menyeluruh, demi mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik tragedi yang mengguncang dunia pendidikan itu.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan