
JAKARTA – Ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, kini sedang menjadi perhatian besar. Menurut informasi yang beredar, pelaku ledakan diduga adalah salah satu siswa di sekolah tersebut. Dugaan ini muncul setelah salah seorang siswa, yang dikenal dengan inisial S, mengungkapkan bahwa aksi tersebut kemungkinan dilakukan sebagai bentuk balasan karena sering menjadi korban perundungan (bullying).
S mengatakan bahwa pelaku sering kali menjadi korban bullying dari teman-temannya. Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman dan mungkin memicu tindakan yang tidak terduga.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Dia sering jadi korban 'bully',” ujar S, seperti dikutip dari Antara pada Jumat (7/11/2025).
Di sisi lain, Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif pelaku dalam melakukan aksinya. Salah satu hal yang sedang diteliti adalah apakah pelaku sendiri menjadi korban bullying oleh siswa lainnya.
“Ini juga masih dilakukan pendalaman terhadap motif, apakah yang bersangkutan korban bullying? Ini juga masih kita dalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di Jakarta, Jumat.
Menurut Budi, pihak kepolisian belum bisa meminta keterangan dari para saksi karena mayoritas dari mereka masih dalam penanganan rumah sakit. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa banyak saksi yang juga menjadi korban dan membutuhkan pemulihan medis.
“Kemungkinan besok Bapak Kapolda Metro Jaya yang akan menyampaikan perkembangan terbaru,” ujarnya.
Budi juga memberikan informasi mengenai jumlah korban ledakan hingga saat ini. Total korban mencapai 54 siswa. Rinciannya, 27 siswa dirawat di RS Islam Jakarta, 6 siswa di RS YARSI, dan 21 siswa sudah diperbolehkan pulang.
“Saat kami tinjau terkait luka apa saja yang dialami para korban, yaitu luka-luka lecet dan gangguan pendengaran,” ujarnya.
Selain itu, terkait temuan benda mirip senjata airsoft gun dan revolver di lokasi kejadian, Budi menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, benda-benda tersebut dipastikan merupakan mainan.
“Mungkin rekan-rekan sudah melihat foto seperti senjata api dan pistol, itu diyakini dipastikan adalah mainan,” kata Kombes Budi Hermanto.
Di sisi lain, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil kesimpulan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari serangan terorisme.
“Jangan dikatakan ini ‘jumping conclusion’ bahwa ini aksi teroris. Kita belum sampai ke sana,” kata Lodewijk.