JAKARTA, aiotrade
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menemukan seorang terduga pelaku ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025).
Menurut informasi yang disampaikan oleh Listyo Sigit, terduga pelaku saat ini masih menjalani proses operasi di rumah sakit. Karena kondisi kesehatannya yang belum stabil, pihak kepolisian belum bisa melakukan interogasi terhadap tersangka tersebut. Ia menegaskan bahwa interogasi akan dilakukan setelah terduga pelaku selesai menjalani operasi dan dalam kondisi sehat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Untuk terduga pelaku, saat ini sudah kita dapatkan. Anggota (Polri) sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah,” ujar Listyo Sigit di Jakarta, Jumat (7/11/2025) malam.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut. “Dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami, dan tentunya akan diinformasikan lebih lanjut setelah tim gabungan baik dari Polda Metro Jaya, Densus, melaksanakan pendalaman,” tambahnya.
Selain terduga pelaku, Listyo Sigit juga menyebutkan bahwa ada satu korban lainnya dari ledakan tersebut yang sedang menjalani operasi di rumah sakit. Dengan demikian, total ada dua orang yang sedang menjalani operasi akibat peristiwa tersebut.
“Salah satu dari yang saat ini melakukan operasi (merupakan) terduga pelaku, dan untuk motif memang saat ini kita dalami berbagai macam informasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menyerukan kepada pihak kepolisian untuk segera mengungkap motif dari insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Ia menilai, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa-siswi.
Muzani mengungkapkan rasa prihatin dan kaget atas kejadian yang menimbulkan puluhan korban luka-luka tersebut. “Kejadian ini terjadi di tengah-tengah dunia pendidikan. Kejadian yang sangat mengagetkan kita,” kata Muzani.
Menurut dia, jika kejadian tersebut merupakan bagian dari tindakan terorisme, maka peristiwa itu harus ditanggapi secara serius dan menjadi peringatan bagi seluruh pihak. Namun, jika kejadian itu adalah sebuah insiden kecelakaan, ia berharap agar peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga.
“Ini mengancam keselamatan banyak nyawa, dan telah mengakibatkan banyak korban luka, yang itu bisa terjadi kepada siapa saja,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Muzani menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketenangan dalam kehidupan masyarakat. Ia berharap, keamanan dan ketenangan tetap terjamin sepanjang masa agar kehidupan masyarakat tetap tenang dan rukun.