
Anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang menjadi pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Ia dirawat di ruangan ICU Khusus yang berlokasi di lantai dua IGD.
"Di ruangan ICU Khusus IGD lantai dua," kata salah seorang petugas di bagian informasi saat ditemui, Rabu (12/11).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Informasi yang dihimpun dari petugas keamanan, pelaku bisa dijenguk kerabatnya. Namun, saat awak media meminta izin untuk menemui pelaku, petugas yang berjaga di ruangan ICU Khusus tak memberikan izin.
"Nggak bisa," kata petugas jaga.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan ABH pelaku masih dirawat di ruangan ICU dan sedang ditangani secara intensif. Dia memastikan ABH pelaku sudah sadar dan sedang dalam tahap pemulihan. Namun, belum diketahui pelaku sudah dapat diajak berbincang ataukah belum.
"Masih dirawat di ICU RS Polri dalam penanganan intensif, kondisi sadar dan masa pemulihan," ujar dia.

Total ada 96 orang yang jadi korban dalam ledakan yang terjadi pada 7 November tersebut. Mereka dibawa ke empat rumah sakit yakni RSI Cempaka Putih, RS Polri Kramat Jati, RS Yarsi, hingga RS Pertamina Jaya.
Ada tujuh bom yang dibawa oleh ABH pelaku dan hendak diledakkan di sekolah. Namun, hanya empat bom yang meledak, sedangkan sisanya berhasil diamankan polisi.
Empat bom itu meledak di dalam masjid dan taman baca yang letaknya dekat dengan bank sampah. Untuk bom yang diledakkan di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai alat pemantiknya. Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan bank sampah diledakkan menggunakan sumbu.
Kondisi Pelaku Ledakan
Pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini tengah menjalani perawatan medis di ruangan ICU Khusus RS Polri Kramat Jati. Petugas mengungkapkan bahwa ABH tersebut sedang dalam proses pemulihan dan telah sadar. Meski begitu, pihak rumah sakit belum memberikan konfirmasi apakah pelaku sudah mampu berkomunikasi secara normal atau belum.
Beberapa informasi menyebutkan bahwa pelaku diizinkan untuk dilihat oleh keluarga. Namun, akses untuk para jurnalis tetap ditutup. Petugas jaga di ruangan ICU Khusus menolak permohonan wawancara atau kunjungan dari awak media. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengamanan dan perlindungan terhadap pelaku.
Korban dan Penanganan Kecelakaan
Ledakan yang terjadi pada 7 November lalu mengakibatkan 96 orang menjadi korban. Para korban tersebut dibawa ke empat rumah sakit berbeda, termasuk RSI Cempaka Putih, RS Polri Kramat Jati, RS Yarsi, dan RS Pertamina Jaya. Proses penanganan medis terus dilakukan oleh tenaga kesehatan agar semua korban mendapatkan perawatan yang optimal.
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi mengungkap bahwa pelaku membawa tujuh bom yang rencananya akan diledakkan di sekolah. Empat dari bom tersebut akhirnya meledak, sementara tiga lainnya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.
Jenis Bom dan Cara Pemicu
Bom yang meledak di dalam masjid menggunakan remote sebagai alat pemantik. Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan bank sampah diaktifkan melalui sumbu. Informasi ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki pengetahuan tentang cara membuat dan mengoperasikan alat peledak.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan modus operandi pelaku. Selain itu, pihak berwajib juga sedang memeriksa kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kejadian ini.
Tindakan Lanjutan
Polisi berjanji akan terus memperkuat pengamanan di lingkungan sekolah dan tempat-tempat umum lainnya. Dengan adanya insiden ini, pihak berwenang berharap masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terpicu oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, pihak sekolah dan komunitas setempat juga diminta untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan serangan serupa di masa depan. Dengan demikian, keselamatan masyarakat dapat terjaga secara maksimal.