Pelaku Ledakan SMAN 72 Tanya Kegiatan Puncak Bahasa

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Pelaku Ledakan SMAN 72 Tanya Kegiatan Puncak Bahasa


Seorang siswa SMAN 72 Jakarta, Kinan—bukan nama sebenarnya—bercerita tentang terduga pelaku ledakan yang sempat bertanya soal kegiatan puncak bulan bahasa di sekolahnya. Gadis ini mengklaim mengenal terduga pelaku sejak kecil dan mengatakan bahwa mereka pernah berinteraksi dua kali.

“Aku ditanyain, saat habis dari toilet sekolah, tiba-tiba saja dia menanyakan, kapan puncak bulbas (bulan bahasa),” ujar Kinan saat ditemui di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat, 7 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beberapa hari kemudian, Kinan kembali ditanyakan soal puncak bulan bahasa yang akan diselenggarakan di sekolahnya. “Aku ditanyakan itu, karena kebetulan aku akan jadi MC di acara tersebut,” kata dia.

Meski begitu, Kinan tidak bisa memastikan apa motif terduga pelaku menanyakan acara tersebut kepada dirinya. “Saya mikirnya itu dia kayak ingin merencanakan seperti yang terjadi hari ini di 10 November 2025 nanti. Puncak bulan bahasa akan diselenggarakan 10 November,” kata dia.

Kinan mengungkapkan bahwa terduga pelaku itu pendiam. Teman Kinan itu kerap irit bicara kepada siswa di sekolah. “Kalau ketemu pun paling hanya menyapa saja. Jarang ada interaksi,” ujarnya.

Siswa yang duduk di bangku kelas XI ini merasa tak lagi dekat dengan terduga pelaku lantaran berbeda jenjang kelas. “Dia kan kelas XII. Jadi jarang interaksi,” kata dia.

SMAN 72 diguncang ledakan pada saat salat Jumat digelar pada hari ini, 7 November 2025. Terjadi dua kali ledakan yang menyebabkan setidaknya 36 orang terluka termasuk terduga pelaku. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan jika terduga pelaku merupakan pelajar.

“Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya (pelajar),” kata Listyo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Ia mengatakan saat ini terduga pelaku sudah dalam penahanan Polri dan anak buahnya sedang mendalami identitas, lingkungan, dan tempat tinggal pelaku.

Adapun untuk motif penyerangan, kata Listyo, Polri masih menyelidiki motifnya. Sampai saat ini Polri belum memastikan motif pelaku.

Di samping itu, Listyo mengatakan anak buahnya menemukan senjata mainan dengan tulisan tertentu. Ia menuturkan Polri akan menyelidiki apakah tulisan pada senjata mainan itu terkait dengan motif pelaku.

“Kami mendalami motif bagaimana yang bersangkutan kemudian merakit dan kemudian melaksanakan aksinya, semuanya akan kita jelaskan setelah semua informasi-informasi, temuan-temuan di lapangan, hasil penyelidikan, dan penyidikan lebih lanjut lengkap,” katanya.


Banyak pertanyaan muncul terkait kejadian ini. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui:

  • Kronologi Ledakan
    Ledakan terjadi saat salat Jumat berlangsung. Dua ledakan terjadi secara bersamaan, sehingga menimbulkan kepanikan di sekolah. Sekitar 36 orang terluka, termasuk terduga pelaku. Saat ini, pelaku sudah ditahan oleh polisi.

  • Identitas Pelaku
    Menurut informasi dari Kapolri, pelaku adalah seorang pelajar. Meski demikian, identitas lengkapnya masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga sedang memperkirakan lingkungan sosial dan tempat tinggal pelaku.

  • Motif Penyerangan
    Hingga saat ini, motif penyerangan belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap segala kemungkinan alasan yang mendorong pelaku melakukan aksi tersebut.

  • Senjata Mainan yang Ditemukan
    Polisi menemukan senjata mainan yang memiliki tulisan tertentu. Tulisan tersebut sedang dalam pemeriksaan untuk mengetahui apakah terkait dengan motif pelaku atau tidak.

  • Peran Siswa dalam Kejadian Ini
    Kinan, seorang siswa SMAN 72, memberikan informasi penting tentang interaksi yang pernah ia lakukan dengan pelaku. Ia mengatakan bahwa pelaku pernah bertanya tentang kegiatan puncak bulan bahasa, yang rencananya akan digelar pada 10 November 2025.


Dari informasi yang telah diungkapkan, banyak hal yang masih menjadi teka-teki. Polisi berkomitmen untuk menjelaskan seluruh fakta terkait kejadian ini. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan