Pelaku siber tipu mantan karyawan Coinbase untuk akses data pengguna

admin.aiotrade 30 Des 2025 2 menit 22x dilihat
Pelaku siber tipu mantan karyawan Coinbase untuk akses data pengguna


aiotrade,
JAKARTA — Sebuah kejadian mencurigakan terjadi di perusahaan jual beli mata uang kripto Coinbase. Beberapa pegawai layanan pelanggan diduga menerima suap dari penjahat siber. Mereka memberikan data pribadi pelanggan, sehingga sebanyak 70.000 data pelanggan bocor.

CEO Coinbase Brian Armstrong menyatakan bahwa polisi Hyderabad telah menangkap mantan agen layanan pelanggan Coinbase. Penangkapan ini bukan yang terakhir, karena perusahaan akan terus mengejar pelaku lainnya hingga mereka menerima hukuman.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Satu lagi berhasil dikalahkan, dan masih akan ada lagi," kata Armstrong mengutip The Register, Selasa (30/12/2025).

Meskipun data yang bocor cukup banyak, seperti nama, alamat, nomor telepon, email, hingga data identitas, akses penting seperti kata sandi, kode keamanan (2FA), dan dompet kripto tidak ikut bocor. Namun demikian, masyarakat tetap perlu waspada karena penjahat memanfaatkan data tersebut untuk menipu pelanggan.

Mereka menyamar sebagai pegawai Coinbase, lalu membujuk korban agar menyerahkan kripto mereka. Selain itu, para penjahat juga memeras Coinbase dan meminta uang tebusan senilai US$20 juta atau Rp334 miliar.

Coinbase menolak membayar tebusan tersebut. Sebagai gantinya, mereka menawarkan dana sebesar US$20 juta atau Rp334 miliar bagi siapa pun yang membantu menangkap para pelaku kejahatan tersebut.

Kasus ini memicu kritik dari publik, terutama karena Coinbase mengalihdayakan layanan pelanggan ke luar negeri, yang dianggap membuka celah terjadinya suap dan kebocoran data. Coinbase sendiri sudah sering dikritik sebelumnya karena layanan pelanggan yang dinilai buruk.

Selain itu, Coinbase bekerja sama dengan kejaksaan Distrik Brooklyn untuk membantu penyelidikan dan proses hukum terhadap seorang pria asal Brooklyn. Pria bernama Ronald Spektor (23) dituduh menyamar sebagai petugas layanan pelanggan Coinbase.

Dengan cara itu Spektor berhasil menipu sekitar 100 pengguna dengan modus mengatakan akun mereka terancam diretas. Korban dibujuk untuk menyerahkan aset kripto mereka, kemudian aset tersebut akan dipindahkan ke dompet kripto milik Spektor.

Total kerugian mencapai US$16 juta atau Rp267 miliar. Saat ini penegak hukum berhasil menyita US$600 ribu atau sekitar Rp10 miliar dari hasil kejahatan tersebut.

Coinbase menegaskan bahwa kasus Spektor ini tidak ada kaitannya dengan kasus lain yang melibatkan pegawai layanan pelanggan Coinbase di luar negeri yang menerima suap dan membocorkan data pelanggan, meskipun modusnya sama-sama mengaku sebagai petugas Coinbase.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan