
Penangkapan Komplotan Pencuri Motor di Jember
Penangkapan Komplotan Pencuri Motor yang Menyasar Mahasiswa
Dalam beberapa waktu terakhir, para mahasiswa dan mahasiswi di kota Jember, Jawa Timur mengalami kejadian mengerikan. Banyak dari mereka kehilangan kendaraan bermotor seperti Honda BeAT Street dan Scoopy yang disimpan di kos-kosan sekitar kampus. Namun, berkat upaya polisi, kasus ini akhirnya terungkap dan pelaku telah ditangkap.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Polres Jember berhasil menangkap lima tersangka pencurian motor beserta barang bukti kendaraan hasil curian. Empat orang di antaranya memiliki inisial ML (27), SL (22), SF (27), dan AF. Sementara satu orang lainnya merupakan penadah dengan inisial SP (54). Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sebanyak 23 kendaraan bermotor.
"Kami mengamankan empat orang tersangka dan satu penadah, ada 23 kendaraan (motor) kami amankan," ujar Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 6 November 2025.
Pada hari ini juga, sebanyak 15 kendaraan sudah dikembalikan kepada pemiliknya. Namun, masih banyak pemilik yang belum datang ke Polres Jember untuk mengambil kendaraannya kembali.
Pengalaman Mahasiswa yang Kehilangan Kendaraan
Sherly Redikta, mahasiswa semester 3 Politeknik Negeri Jember, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Polres Jember karena berhasil menangkap pencuri dan mengembalikan motornya. Ia tak menyangka bahwa motor Honda BeAT Street yang dicuri dari kosnya pada 4 Oktober 2025 lalu bisa kembali.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Jember yang telah menangkap pencuri dan mengembalikan motor saya," tuturnya usai menerima kunci motor dari Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condro Putra.
Ia menceritakan bahwa pagi itu ketika hendak mengambil dompet di jok motor, ia tidak menemukan motornya lagi di depan garasi. Motornya yang sudah dikunci ganda dicuri sekitar pukul 01.30 WIB, saat ia sedang tidur. Kejadian tersebut diketahuinya melalui rekaman CCTV.
"Sekitar mau maqrib saya ke sini laporan ke Polres Jember," kata perempuan asal Desa Wringin Telu, Kecamatan Puger, Jember, itu.
Pengalaman Lain dari Mahasiswa
Adji Maulana Putra, mahasiswa semester 5 Universitas Muhammadiyah Jember, juga menceritakan pengalaman serupa. Ia kehilangan motor Honda Scoopy miliknya di kosnya pada dini hari. Saat itu, ia sedang sakit. Setelah subuh, ketika Adji ingin membeli makan, baru menyadari motor miliknya tidak ada di tempat.
"Kaget, soalnya keadaan lagi enggak enak badan niatnya mau cari sarapan buat ngenakin badan," ujarnya.
Adji pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Selama dua minggu motor hilang, mahasiswa asal Banyuwangi itu terpaksa nebeng ke teman-temannya ketika berangkat dan pulang kuliah.
"Ketika tahu motor ketemu senang sih, soalnya udah kepikiran mau cari motor second yang lain," katanya.
Meski motornya kembali ke tangan, kondisinya sudah berubah. Stiker original motor dicopot dan pelat nomornya diganti. "Alhasil kayak enggak kelihatan motor saya sendiri," ujarnya.