
Klarifikasi Pelatih dan Manajer Tim Karate NTT
Pelatih dan manajer tim karate Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan penjelasan terkait pemberitaan yang beredar dengan judul “Pelatih Nonsertifikat Dilarang, Lima Karateka NTT Bertanding Tanpa Pendamping di PON Bela Diri.” Hal ini dilakukan untuk menanggapi informasi yang tidak akurat mengenai keterlibatan pelatih dalam pertandingan atlet NTT.
Janes Rumteh, pelatih tim karate NTT, saat dihubungi oleh media, menyatakan bahwa dirinya adalah pelatih bersertifikat. Ia juga memastikan bahwa ia hadir langsung mendampingi para atlet selama pertandingan berlangsung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya memiliki lisensi pelatih. Saya ada di samping atlet saat mereka bertanding,” ujar Janes sambil mengirimkan foto dirinya yang sedang mendampingi atlet di arena pertandingan. Foto tersebut menjadi bukti bahwa pelatih NTT memenuhi syarat sebagai pelatih resmi.
Menanggapi pemberitaan yang menyebutkan bahwa atlet NTT bertanding tanpa pendamping pelatih, Janes memilih untuk tidak memperpanjang perdebatan tersebut. Ia menilai bahwa perbincangan semacam itu tidak memberikan nilai positif bagi tim.
“Mohon maaf, saya tidak ingin berargumen tentang hal tersebut karena tidak ada manfaatnya bagi tim,” kata Janes. Ia berharap agar fokus utama tim dan atlet tetap pada persiapan dan pertandingan.
Di sisi lain, Darmawan, manajer tim karate NTT, juga membantah kabar bahwa atlet NTT tidak didampingi pelatih. Ia menegaskan bahwa setiap atlet selalu didampingi oleh pelatihnya sendiri.
“Atlet NTT selalu didampingi oleh pelatihnya. Kami memiliki pelatih yang bersertifikat,” tegas Darmawan.
Untuk diketahui, dalam ajang PON Bela Diri cabang olahraga karate, Pengprov FORKI NTT mengirimkan lima atlet terbaiknya. Mereka adalah:
- Soleman Geral Rumteh (Kumite Perorangan Putra -67 kg)
- Arif Abd. Malewa Hasan (Kumite Putra -84 kg)
- Yuliana Kaka Daha (Kumite Putri -55 kg)
- Lorenzo Daseto Rodrigues (Kumite Putra -60 kg)
- Margaretha Lamaria Souchin Tiwa Sihombing (Kumite Putri -55 kg)
Kelima atlet tersebut tampil mewakili NTT di bawah pendampingan pelatih Janes Rumteh dan manajer tim Darmawan.
Pertandingan karate PON Bela Diri dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23–25 Oktober 2025 di GOR Kaliputu Djarum, Kabupaten Kudus. Sesuai laporan panitia, cabang olahraga karate diikuti oleh 248 kontestan dari berbagai provinsi yang bertanding dalam 15 nomor pertandingan baik putra maupun putri. Selama tiga hari pelaksanaan, total 60 medali emas, perak, dan perunggu akan diperebutkan.
Dengan adanya klarifikasi ini, tim karate NTT berharap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat NTT agar para atlet dapat berlaga maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik bagi daerah.