Pelatihan Ekonomi Kreatif: Cara Pemerintah Papua Pegunungan Majukan Anak Muda

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 18x dilihat
Pelatihan Ekonomi Kreatif: Cara Pemerintah Papua Pegunungan Majukan Anak Muda
Pelatihan Ekonomi Kreatif: Cara Pemerintah Papua Pegunungan Majukan Anak Muda

Pelatihan Kewirausahaan untuk Pemuda Papua Pegunungan Dimulai

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif secara resmi membuka Pelatihan Kewirausahaan untuk Pemuda Kader Papua Pegunungan di Wamena. Acara ini digelar pada Senin (8/12/2025) dengan tujuan utama untuk membentuk generasi muda yang mandiri, mampu membaca peluang, dan siap menghadapi perkembangan ekonomi serta teknologi yang pesat.

Gubernur Provinsi Papua Pegunungan yang diwakili oleh Pit Staf Ahli Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Aron Wanimbo, menekankan bahwa setiap pemuda memiliki potensi dan talenta yang sudah diberikan Tuhan. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui pelatihan dan kesempatan yang memadai.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Talenta itu ada lima, ada satu, ada yang disimpan... semua itu bagian dari usaha untuk melihat potensi yang Tuhan taruh dalam hidup kita,” ujarnya.

Aron Wanimbo juga mengingatkan bahwa perkembangan zaman bergerak jauh lebih cepat daripada kemampuan banyak daerah untuk mempersiapkan diri. Oleh karena itu, pemuda Papua Pegunungan harus mampu melihat peluang ekonomi baru, termasuk dalam sektor peternakan, perikanan, dan usaha pangan.

“Sekarang ini, ayam, telur, ikan semua itu kebutuhan sehari-hari. Kita harus bertanya: mampu atau tidak memenuhi itu sendiri? Supaya orang tidak beli dari luar, tapi beli dari sini,” tegasnya.

Pemerintah juga menyebutkan berbagai program pusat, termasuk dukungan anggaran dan subsidi untuk sektor pertanian dan peternakan. Namun, ia menilai bahwa tanpa kesiapan modal dan kemampuan berpikir, masyarakat lokal akan tertinggal dan peluang justru diambil pendatang.

“Subsidi datang ke Jayapura, tapi bagaimana masyarakat kita di sini? Orang dari Bali, Makassar, Toraja bisa beternak 20 ekor sapi karena mereka punya kemampuan dan modal. Kalau mereka datang ke sini, kita siap bersaing atau tidak?,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya membangun kemandirian finansial.

“Sebagai kepala rumah tangga, Anda harus berpikir bagaimana memberi makan istri dan anak. Itu artinya berdiri di atas kaki sendiri. Kekurangan harus diubah menjadi kelebihan.”

Karena itu, pelatihan kewirausahaan ini dianggap sangat penting bagi masa depan ekonomi Papua Pegunungan. Pemerintah provinsi melalui dinas terkait mengalokasikan anggaran yang cukup besar agar semakin banyak pemuda dapat mengikuti pelatihan.

“Kami ingin pemuda Papua Pegunungan menjadi generasi yang siap, yang menangkap peluang lebih dulu, bukan menjadi penonton. Apa pun yang kita usahakan, Tuhan melihat usaha kita,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan pembukaan pelatihan bagi pemuda.

“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Raja, saya resmi membuka Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Provinsi Papua Pegunungan. Kiranya Tuhan memberkati kita semua,” katanya di akhir sambutan.

Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak kader pemuda yang berdaya, kreatif, dan siap membangun ekonomi daerah dengan berdiri di atas kemampuan sendiri.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan