
Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi untuk Santri di Pondok Pesantren Lirboyo
Pada tanggal 21 Oktober 2025 hingga 1 November 2025, santri dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan diikuti oleh sebanyak 116 peserta yang terdiri dari 81 peserta di bidang Tukang Bangunan Gedung dan 35 peserta di bidang Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Program pelatihan dan uji kompetensi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar para santri diberikan pembekalan pengetahuan atau keterampilan dasar dalam bidang konstruksi maupun teknik sipil. Tujuan utamanya adalah agar ketika ada kegiatan pembangunan gedung di lingkungan masing-masing pondok pesantren, para santri yang terlibat dalam proses pembangunan memiliki bekal keterampilan dasar bangunan maupun keselamatan kerja konstruksi.
"Para santri dengan sukarela bergotong royong membangun ruang belajar, asrama, dan fasilitas lainnya. Kami di Kementerian PU tidak ingin semangat budaya itu hilang. Justru kami ingin memperkuatnya dengan standar yang benar dan lebih berkualitas," ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam pernyataannya.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, Pelatihan dan Sertifikasi Petugas K3 Konstruksi (Jenjang 3) selama enam hari, yaitu dari tanggal 21 hingga 26 Oktober 2025. Kedua, Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Bangunan Gedung (Jenjang 2) selama dua belas hari, mulai dari tanggal 21 Oktober 2025 hingga 1 November 2025.
Para peserta tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga melakukan praktik langsung di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembekalan pengetahuan secara teori dan kemampuan teknis berjalan seimbang.
Beberapa hal yang dipelajari dalam pelatihan ini meliputi: * Teknik dasar konstruksi bangunan * Penggunaan alat dan bahan bangunan * Prosedur keselamatan kerja di lokasi konstruksi * Pemahaman tentang regulasi dan standar konstruksi
Selain itu, peserta juga diberikan sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan dan uji kompetensi. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa mereka telah memiliki keterampilan yang cukup untuk turut serta dalam proyek konstruksi di lingkungan pesantren masing-masing.
Sebagai informasi, Kementerian PU menargetkan untuk melakukan pelatihan kepada 2.500 peserta di 10 provinsi. Pelatihan pertama kali dimulai dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, sebagai bentuk awal dari program yang lebih luas.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan
Pelatihan ini memiliki beberapa tujuan penting, antara lain: * Meningkatkan keterampilan dasar santri dalam bidang konstruksi * Memastikan adanya standar keselamatan kerja dalam setiap proyek konstruksi * Mengembangkan semangat gotong royong dan kerja sama antar santri * Memberikan dasar pengetahuan teknis yang dapat diterapkan dalam pembangunan infrastruktur pesantren
Manfaat dari pelatihan ini sangat besar, baik bagi santri maupun bagi lingkungan pesantren. Santri yang mengikuti pelatihan akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk membantu dalam pembangunan gedung atau fasilitas lainnya. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan motivasi bagi santri untuk lebih aktif dalam kegiatan konstruksi di lingkungan pesantren.
Kesimpulan
Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi untuk santri di Pondok Pesantren Lirboyo merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan di lingkungan pesantren. Dengan pendekatan yang seimbang antara teori dan praktik, peserta pelatihan akan memiliki keterampilan yang cukup untuk berkontribusi dalam proyek konstruksi. Program ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah dan lembaga terkait dapat bekerja sama untuk memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat.