
Perayaan Budaya dan Kebersamaan di Lubuk Pakam
Lubuk Pakam menjadi tempat perayaan tahunan 2025 yang digelar di Lapangan Tengku Raja Muda, Kecamatan Lubuk Pakam, pada Sabtu malam, 8 Oktober 2025. Acara ini bertujuan untuk melestarikan seni dan kebudayaan, karena seni dan budaya merupakan fondasi moral dalam proses pembangunan, khususnya di Kabupaten Deli Serdang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Deli Serdang, Dedi Maswardy SSos MAP, menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap individu harus memainkan peran mereka sebagai pewaris dan pelindung budaya. "Belajarlah nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam setiap tradisi, karena di sanalah kita belajar tentang hormat kepada orang tua, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama," ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menambahkan bahwa warisan budaya Karo mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen serta keberkahan hidup. Tradisi ini menjadi bukti bahwa masyarakat Deli Serdang tidak pernah melupakan akar budayanya, bahkan menjadikannya sebagai kekuatan moral dalam membangun daerah. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Deli Serdang, yaitu terwujudnya Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.
Semangat membangun masyarakat yang sehat jasmani dan rohani, memperkuat perekonomian masyarakat melalui kebersamaan dan gotong royong, serta menciptakan lingkungan sosial yang rukun dan harmonis merupakan bagian dari empat misi besar Deli Serdang, yaitu Sehat Pelayanan Publiknya, Sehat Masyarakatnya, Sehat Ekonominya, dan Sehat Lingkungannya.
Dalam upaya mewujudkan keempat misi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang terus mendorong berbagai program unggulan, salah satunya adalah program Event Olahraga, Seni Budaya, dan Keagamaan (Evoria), yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga, berkesenian, dan beribadah secara bersama-sama dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan.
"Pemkab Deli Serdang akan selalu hadir mendukung setiap kegiatan seni, budaya, dan keagamaan. Kami meyakini, pembangunan tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan pembangunan karakter dan budaya masyarakatnya. Budaya adalah jati diri yang mempersatukan kita semua dalam keberagaman," tegas Sekda.
Sekda pun mengajak masyarakat untuk memperkuat tekad bersama, membangun Deli Serdang dari desa dan dusun, dari kampung dan komunitas, melalui semangat persatuan dan gotong royong. "Dengan kebersamaan, saya yakin Deli Serdang akan semakin maju dan sejahtera, bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam tatanan sosial dan budaya masyarakatnya," tutup Sekda.
Peran Masyarakat Karo dalam Pembangunan Budaya
Sebelumnya, Ketua Panitia, dr Thomas Darwin Sembiring menjelaskan bahwa jumlah masyarakat Karo yang tinggal di Kabupaten Deli Serdang saat ini telah mencapai lebih dari 400.000 jiwa. Artinya, Deli Serdang merupakan daerah dengan populasi Karo terbesar di Sumatera Utara. Fakta ini memiliki makna penting, karena masyarakat Karo adalah bagian dari masyarakat asli Kabupaten Deli Serdang.
"Kami ingin menyampaikan harapan agar budaya Karo juga mendapat ruang untuk ditampilkan, bukan hanya budaya Melayu. Kami ingin Indonesia mengetahui masyarakat Karo adalah bagian penting dari sejarah dan keberagaman budaya di Kabupaten Deli Serdang," terangnya.
Disebutkan, sudah ada beberapa agenda yang telah direncanakan, dan diharapkan bisa terealisasi di tahun depan, seperti pendirian Sanggar Budaya Karo, dan lainnya. Contoh kegiatan yang sudah mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang adalah Pesta Lemang di Kecamatan Biru-Biru, dan kami sangat berterima kasih atas perhatian tersebut.
Masyarakat Karo dikenal bukan sebagai orang yang banyak berbicara, tetapi banyak bekerja dan berbuat. "Kami telah berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung dan mengawal Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, demi terwujudnya pembangunan yang lebih baik di daerah ini," tuturnya.
Harapan Masyarakat Karo
Tokoh masyarakat Karo Kabupaten Deli Serdang, Drs Johannes Sembiring MPd MKes berharap kegiatan tersebut bisa menjadi agenda resmi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, karena masyarakat Karo adalah bagian tidak terpisahkan dari Deli Serdang, bagian dari bangsa Indonesia, dan bagian dari kekayaan budaya yang harus dijaga bersama.
Hadir pula di acara itu, tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr Parlindungan Purba SH MM; anggota DPRD Sumatera Utara, Mikael TP Purba SH; Wakil Ketua DPRD Deli Serdang, Agustiawan Saragih bersama anggota DPRD Deli Serdang lainnya, Muhammad Dahnil Ginting SE, Sehat Herianto Sembiring SE, Merry Alfrida Br Sitepu SH MKn, Purnama Barus SH MH dan Benyamin Ginting.
Mendampingi Sekda, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Budporapar), Yudy Hilmawan SE MM; Sekretaris Dinas Perhubungan, Iskandar Sahyuti Iskandar Siregar SSos MAP; Kabag Umum, Denny H Ginting SE MSi; Camat Lubuk Pakam, Rio Laka Dewa SSTP MAP; Camat Sibolangit, Herson T Girsang AP MSi; Camat Namorambe, Febri E Gurusinga SSTP MSP; Camat STM Hulu, Antonius Tarigan SSos; Camat Gunung Meriah, Sadar Purba SSos MAP dan lainnya.