
Penerapan HACCP di Kapal Pelni untuk Menjaga Standar Keamanan Pangan
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) telah memperkuat jaminan keamanan pangan bagi penumpang dengan menerapkan sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) di kapal-kapal penumpang sejak tahun 2023. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga standar tinggi dalam pengelolaan bahan pangan yang disajikan kepada penumpang, mulai dari penerimaan bahan baku hingga penyajian makanan.
Manager Komunikasi Korporasi Pelni, Ditto Pappilanda, menjelaskan bahwa HACCP menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan. "HACCP itu berlaku dari sejak barang itu diterima oleh kapal, disimpan dalam gandrum atau lemari pendingin, terus disajikan ke penumpang sampai penumpang direkomendasikan untuk mengonsumsi dalam waktu 2 jam sejak disajikan," ujar Ditto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam penerapan HACCP, terdapat enam area yang harus diawasi untuk memenuhi standar keamanan pangan. Enam area tersebut antara lain:
- Penerimaan bahan baku
- Penyimpanan
- Penyiapan proses
- Pengolahan makanan
- Proses pengemasan
- Penyajian makanan
Saat ini, dari total 25 kapal penumpang milik Pelni, hanya lima kapal yang telah menerapkan HACCP, yaitu KM Dorolonda, KM Kelud, KM Bukit Siguntang, dan KM Awu. Sementara itu, lima kapal lainnya seperti KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Lambelu, KM Bukit Raya, dan KM Ngapuru masih dalam proses sertifikasi.
Meski sebelumnya belum pernah ada insiden keracunan pangan oleh penumpang, penerapan HACCP memberikan rasa aman dan percaya diri bagi pelanggan. "Kami semakin percaya diri dan penumpang tidak perlu khawatir menyantap sajian makanan di atas kapal karena sudah melalui standar dan prosedur keamanan pangan yang ketat," jelas Ditto.
Perbedaan Mencolok Sejak Penerapan HACCP
Salah satu perbedaan yang mencolok sejak penerapan HACCP adalah peralatan dapur dan perlengkapan kru dapur. Sesuai standar HACCP, seluruh peralatan memasak wajib berbahan stainless steel antikarat seperti pisau, sutil, hingga tray atau rak penyimpanan.
Perlengkapan kru dapur juga diwajibkan menggunakan hair net, masker, celemek, sarung tangan, dan sepatu dapur antilicin. Selain itu, penggunaan talenan atau cutting board harus sesuai dengan jenis bahan baku yang diolah.
Pemisahan talenan diatur berdasarkan warna seperti:
- Talenan merah untuk daging
- Talenan putih untuk roti/keju
- Talenan biru untuk ikan
- Talenan kuning untuk ayam
- Talenan hijau untuk sayur
Penggunaan talenan sesuai jenis bahan baku bertujuan sebagai pencegahan penyebaran bakteri berbahaya dan alergen dari masing-masing jenis bahan baku. Pelni juga memasang pemberitahuan jenis alergen atau kandungan bahan tertentu yang dapat menimbulkan alergi di area publik kapal.
Budaya 5R dalam Dapur HACCP
Budaya 5R menjadi syarat wajib yang dijalani kru dapur. Lima prinsip tersebut antara lain:
- Ringkas
- Rapi
- Resik
- Rawat
- Rajin
Perilaku seperti pengelompokan bahan makan, penempatan bahan makan yang rapi dan ringkas, hingga penyimpanan alat masak dan alat kebersihan yang wajib disimpan didalam loker tertutup. Memastikan suhu penyimpanan bahan baku dan kadaluarsa juga menjadi hal wajib lainnya.