
Persiapan Pelni untuk Angkutan Nataru 2025/2026
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni telah menyiapkan sebanyak 639.635 tiket penumpang selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini. Jumlah ini meningkat sebesar 16 persen dibandingkan realisasi penjualan tiket pada Nataru tahun lalu yang mencapai 551.485 lembar. Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, menyampaikan bahwa periode angkutan Nataru akan berlangsung dari tanggal 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, atau H-14 sampai H+14.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selama masa libur akhir tahun ini, sebanyak 55 kapal akan dioperasikan untuk melayani masyarakat. Kapal-kapal tersebut terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis, yang akan singgah di 304 pelabuhan. Dari jumlah kapal tersebut, total kursi yang tersedia untuk satu kali keberangkatan mencapai 56.069 kursi.
Operasional Kapal Selama Peak Season
Untuk memastikan kelancaran operasional selama musim puncak (peak season), semua kapal akan beroperasi penuh tanpa adanya docking. Jadwal perawatan kapal telah dimajukan sebelum periode libur akhir tahun agar tidak mengganggu pelayanan masyarakat. Selain itu, seluruh kapal yang dioperasikan juga telah menjalani ramp check dan mendapatkan persetujuan laik laut dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
Ketersediaan BBM untuk Kapal
Agar operasional kapal tetap lancar, Pelni juga berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga serta BPH Migas dalam penyediaan bahan bakar minyak (BBM). Untuk tahun ini, disiapkan sekitar 21.000 kiloliter BBM di delapan titik suplai, yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Bitung, Ambon, Kupang, Jayapura, serta Sorong.
Penyesuaian Rute dan Jadwal Kapal
Pelni juga melakukan penyesuaian rute dan jadwal kapal melalui re-routing pada beberapa armada untuk mengakomodir lonjakan penumpang di lintasan tertentu. Penyesuaian rute dilakukan agar waktu kedatangan kapal sesuai dengan kebutuhan daerah yang mengalami peningkatan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Selain itu, BUMN di bidang pelayaran ini mengajukan dispensasi kapasitas penumpang kepada Kementerian Perhubungan. Hal ini dilakukan karena keterbatasan jumlah kapal penumpang jarak jauh yang tersedia selama peak season demi memberikan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat.
Regulasi Pembatasan Pergerakan Angkutan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk
Untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang dan barang selama libur panjang Nataru, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyusun regulasi pembatasan pergerakan angkutan di Pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Pembahasan regulasi dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan Pemkab Banyuwangi, Kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan di Ruang Rapat Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada pertengahan November 2025 lalu.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyatakan bahwa Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk merupakan kluster transportasi yang sangat krusial. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus penyeberangan, baik di jalur darat maupun laut.
Secara historis, volume kendaraan pada masa Nataru selalu meningkat. Pemerintah pusat telah menyusun sejumlah regulasi, termasuk pembatasan pergerakan angkutan barang selama periode operasi Nataru. “Selain itu, angkutan barang tujuan Lembar akan dialihkan melalui Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang menuju Bali melalui Ketapang,” ujar Aan.