
Prediksi Santa Claus Rally 2025: Peluang Penguatan Pasar Saham
Menjelang akhir tahun, sejumlah analis memprediksi bahwa pasar saham akan mengalami dorongan yang kuat melalui fenomena yang dikenal sebagai Santa Claus Rally. Berbeda dengan tahun lalu, prediksi ini didasarkan pada adanya sejumlah stimulus yang telah digelontorkan oleh pemerintah. Dengan situasi tersebut, peluang untuk kenaikan IHSG di akhir 2025 terbuka lebar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada 2024, sentimen dari Santa Claus Rally tidak begitu terlihat dalam kinerja IHSG. Meskipun pada awal Desember 2024, IHSG sempat menguat hingga level 7.464,75, namun setelah itu pasar justru lesu dan menutup tahun pada level 7.079,91. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti tingkat suku bunga yang tinggi dan ketidakstabilan geopolitik turut memengaruhi performa pasar.
Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, menyatakan bahwa peluang Santa Claus Rally pada akhir 2025 cukup besar. Hal ini didukung oleh kombinasi stimulus fiskal domestik dan sinyal dari The Fed tentang penghentian quantitative tightening. Menurutnya, sentimen risk-on lebih kuat dibandingkan tahun lalu karena adanya harapan pelonggaran moneter.
Secara jangka panjang, Wafi memprediksi bahwa IHSG mampu bertahan dalam posisi menguat hingga akhir 2025. Namun, volatilitas akibat aksi profit taking diprediksi akan menjadi tantangan dalam jangka pendek.
Selama periode perdagangan 10–14 November 2025, IHSG mencatatkan penurunan, dengan ditutup pada level 8.370,43 pada Jumat (14/11/2025). Penurunan ini sebesar 0,29% jika dibandingkan dengan level 8.394,59 pada pekan sebelumnya. Meskipun demikian, secara keseluruhan selama tahun 2025, IHSG masih mampu mencatatkan kenaikan sebesar 18,23% dari posisi awal tahun di level 7.163,21.
Wafi juga menilai bahwa saham-saham perbankan besar berpeluang besar untuk mendapatkan sentimen positif dari Santa Claus Rally. Hal ini didorong oleh masuknya arus dana asing di tengah valuasi saham perbankan yang dinilai masih murah.
“Saham yang bisa dicermati adalah big banks seperti BBCA, BMRI, BBRI karena inflow asing masih deras dan valuasi belum mahal,” ujarnya.
Liza Camelia, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, juga menilai bahwa saham-saham perbankan layak diperhatikan jelang Santa Claus Rally. Selain tiga saham yang direkomendasikan KISI, Kiwoom juga merekomendasikan BBNI di tengah katalis positif ini.
Menurut Liza, peluang penguatan IHSG dari Santa Claus Rally terbuka cukup lebar. Salah satunya disebabkan oleh aksi pelonggaran moneter The Fed. Jika sentimen eksternal tetap stabil, peluang penguatan IHSG tidak dapat dipungkiri.
“Peluang Santa Claus Rally akhir 2025 cukup terbuka karena kombinasi stimulus fiskal domestik yang besar di kuartal IV dan kebijakan pelonggaran The Fed yang meningkatkan likuiditas global,” tegas Liza.
Belum lagi, konsumsi rumah tangga bakal terdorong oleh bantuan sosial yang belakangan digelontorkan pemerintah. Hal ini akan menguatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun. Dengan begitu, Kiwoom memprediksi IHSG bakal bergerak di area 8.600–8.700 hingga akhir 2025.
“Dengan konsumsi rumah tangga terdorong bansos, insentif pajak, dan belanja musiman, IHSG berpotensi menguat pada Desember selama sentimen eksternal tetap stabil,” tutup Liza.