Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 0,14% pada perdagangan pagi ini, dengan level mencapai 8.621,52. Pergerakan ini menunjukkan adanya pemulihan setelah IHSG ditutup melemah di level 8.609 pada akhir perdagangan Jumat lalu.
Seorang analis saham dari PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menyampaikan bahwa peluang IHSG untuk mencapai level 9.000 masih terbuka hingga akhir tahun 2025. Menurutnya, beberapa faktor pendukung yang perlu diperhatikan antara lain:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Dukungan belanja pemerintah dan kebijakan fiskal yang signifikan
- Kelanjutan pelonggaran moneter
- Pemulihan kondisi global serta stabilitas makroekonomi
- Re-rating valuasi saham
- Perbaikan kinerja korporasi
- Peningkatan minat investor terhadap pasar modal
Dalam analisisnya, David juga menyoroti pentingnya memantau sentimen kunci dalam perdagangan pekan ini, khususnya terkait Framework Agreement US-Indonesia. Beberapa laporan dari Financial Times dan Reuters menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut terancam batal karena Indonesia dianggap mundur dari komitmen yang telah disepakati sebelumnya.
IPOT memberikan rekomendasi saham-saham yang layak dipertimbangkan oleh para investor dan trader pada periode ini. Berikut daftar saham-saham yang direkomendasikan:
-
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
Rekomendasi: Buy on pullback
Entry: Rp 1.500-Rp 1.550
Target harga: Rp 1.700
Stop loss: Rp 1.440 -
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
Rekomendasi: Buy
Entry: Rp 1.180
Target harga: Rp 1.280
Stop loss: Rp 1.130 -
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Rekomendasi: Buy on breakout
Entry: Rp 2.800
Target harga: Rp 3.000
Stop loss: Rp 2.700
UNVR Chart
by TradingView