Peluang Santa Claus Rally, IHSG Diperkirakan Terus Naik Hingga Akhir Tahun

admin.aiotrade 17 Nov 2025 3 menit 8x dilihat
Peluang Santa Claus Rally, IHSG Diperkirakan Terus Naik Hingga Akhir Tahun


Peluang Santa Claus Rally di Pasar Saham Indonesia Masih Terbuka

Pasar saham Indonesia masih memiliki peluang untuk mengalami reli menjelang akhir tahun, yang dikenal sebagai Santa Claus Rally. Beberapa faktor positif seperti ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global dan masuknya dana asing menjadi penopang utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa pekan terakhir.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Liza Camelia Suryanata, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, menjelaskan bahwa kombinasi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, stimulus fiskal domestik, serta tren arus masuk dana asing yang tetap positif menjadi dasar kuat bagi potensi reli akhir tahun. Ia menilai bahwa peluang tersebut masih terbuka meskipun risiko dari luar negeri tetap besar.

Salah satu risiko utama adalah ketidakpastian data makro AS pasca shutdown pemerintahan yang menyebabkan penundaan rilis indikator ekonomi. Jika inflasi AS kembali menguat atau The Fed memberi sinyal lebih hawkish, para pelaku pasar dapat melakukan repricing dan menekan minat risiko.

Secara historis, reli akhir tahun di Indonesia biasanya dipicu oleh masuknya dana asing pada kuartal IV, percepatan belanja pemerintah, aksi window dressing, dan pasar yang mulai menghitung potensi kinerja tahun berikutnya. Liza menilai pola ini tetap terlihat tahun ini, meski reli cenderung lebih selektif. Investor akan lebih fokus pada saham likuid dengan fundamental kuat, bukan rally lebar seperti sebelumnya.

Dari sisi arus modal, tren beli bersih investor asing masih menjadi fondasi penting bagi IHSG untuk bertahan di area high. Selama inflow berlanjut, peluang rally tetap kuat. Namun, jika arus dana berbalik menjadi net sell, reli hanya akan ditopang oleh investor domestik dan cenderung dangkal.

Secara teknikal, IHSG masih berada di jalur uptrend. Level support penting berada di area 8.350, sementara resistance berada di sekitar rekor tertinggi 8.478 hingga 8.600 yang merupakan target dari pola bullish Cup and Handle. Breakout di atas level tersebut dengan dukungan volume dan inflow besar akan menjadi konfirmasi lanjutan reli akhir tahun.

Untuk sektor, big-cap banks, consumer, dan telekomunikasi/teknologi diproyeksikan menjadi penerima manfaat utama dari potensi Santa Claus Rally. Namun, ia mengingatkan agar investor berhati-hati terhadap saham yang sudah melonjak terlalu tinggi tanpa dukungan pertumbuhan kinerja.

Liza merekomendasikan strategi akumulasi bertahap pada saham berfundamental solid, memanfaatkan koreksi sebagai peluang masuk, serta memakai trailing stop untuk mengamankan keuntungan. Ia menegaskan bahwa koreksi menjelang Desember justru bisa menjadi entry opportunity.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Reli Akhir Tahun

  • Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Global: Penurunan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor utama yang mendukung reli pasar saham.
  • Stimulus Fiskal Domestik: Kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekonomi juga berkontribusi pada sentimen positif.
  • Arus Dana Asing: Tren masuknya dana asing tetap positif dan menjadi pendukung utama pergerakan IHSG.
  • Percepatan Belanja Pemerintah: Kebijakan fiskal yang lebih agresif meningkatkan optimisme investor.
  • Window Dressing: Aksi penyesuaian portofolio oleh investor institusi sering kali memicu reli pasar.

Strategi Investasi yang Disarankan

  • Akumulasi Bertahap: Investor disarankan untuk membeli saham secara bertahap, terutama pada saham dengan fundamental kuat.
  • Memaksimalkan Koreksi: Pergerakan turun di akhir tahun bisa menjadi kesempatan untuk masuk ke pasar.
  • Trailing Stop: Menggunakan trailing stop untuk melindungi keuntungan saat pasar mengalami volatilitas.

Risiko yang Harus Diperhatikan

  • Ketidakpastian Data Makro AS: Penundaan rilis indikator ekonomi dapat memengaruhi sentimen global.
  • Sinyal Hawkish The Fed: Jika The Fed memberi sinyal lebih ketat, hal ini bisa menghambat reli pasar.
  • Risiko Eksternal: Ketidakstabilan ekonomi global dapat memengaruhi kinerja pasar saham Indonesia.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, investor diharapkan dapat memperoleh wawasan yang lebih baik dalam mengambil keputusan investasi di akhir tahun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan