
Kehadiran Bupati Takalar dalam Peresmian Tiga Koperasi Desa di Mangarabombang
Di tengah suasana yang penuh semangat, Desa Banggae di Kecamatan Mangarabombang tampak ramai dengan kehadiran ratusan warga. Mereka berkumpul di pelataran pasar rakyat desa untuk menyambut orang nomor satu di Takalar, yaitu Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye. Acara berlangsung pada Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 14.35 Wita, setelah Bupati tiba dari acara di DPRD Takalar.
Saat turun dari mobil dinasnya, Bupati disambut dengan senyum dan sapaan hangat oleh warga yang telah menunggu sejak pagi. Sebagai bentuk penghormatan khas Bugis-Makassar, Bupati juga disambut dengan tradisi Angngaru. Seruan lantang dari anggota masyarakat tersebut menggetarkan suasana, menjadi simbol penghormatan terhadap pemimpin yang hadir membawa semangat baru bagi rakyatnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, penyambutan juga diiringi dengan bunyi gendang tradisional yang dibawakan oleh para pemuda setempat. Suasana semakin khidmat dan meriah saat Bupati resmi meresmikan Koperasi Desa Merah Putih Banggae, koperasi pertama di Kecamatan Mangarabombang.
Visi Koperasi sebagai Motor Penggerak Ekonomi
Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, bukan hanya sekadar simbol. Ia berharap koperasi di setiap desa benar-benar hidup dan produktif.
Koperasi Desa Merah Putih Banggae memiliki lima gerai usaha yang mencakup jual beli motor bekas, konveksi dan bordir, sarana pertanian dan perikanan, gerai pengantin, serta gerai sembako. Setelah peresmian, Bupati melanjutkan perjalanan ke Desa Topejawa untuk menghadiri kegiatan serupa dengan agenda peresmian Koperasi Desa Topejawa.
Penyambutan dengan Tarian dan Produk Lokal
Di Desa Topejawa, Bupati kembali disambut dengan tarian tradisional yang memperlihatkan keanggunan dan keramahan masyarakat setempat. Di sela acara, Bupati menunjukkan perhatiannya pada meja produk olahan lokal. Ia mencicipi keripik hasil produksi masyarakat Topejawa sambil berbincang santai dengan para pelaku UMKM.
“Enak ini, keripiknya gurih. Produk seperti ini bisa jadi unggulan desa kalau dikelola dengan baik,” katanya sambil tersenyum. Momen ringan ini memantik semangat warga, terutama ibu-ibu pelaku usaha kecil yang selama ini aktif di dapur produksi desa.
Perjalanan Bupati berlanjut ke Desa Bontomanai, di mana koperasi ketiga, Koperasi Desa Bontomanai, resmi beroperasi. Setibanya di lokasi, rombongan Bupati kembali disambut dengan Tari Padduppa, tarian selamat datang khas Makassar yang dibawakan oleh pelajar setempat dengan penuh keanggunan.
Apresiasi Terhadap Petani Garam
Di lokasi ini, Bupati Daeng Manye meninjau gerai hasil petani garam yang menjadi salah satu produk unggulan masyarakat setempat. Ia mengapresiasi para petani yang terus bertahan dan berinovasi di tengah tantangan pasar.
“Potensi garam ini luar biasa. Kalau koperasi ikut mengelola dengan baik, maka hasilnya bisa jauh lebih besar dan stabil,” ucapnya. Sebagai bentuk dukungan, Bupati juga mengisi daftar tamu di tiga koperasi yang dikunjungi hari itu. Tindakan simbolik itu menggambarkan dukungannya terhadap semangat masyarakat membangun ekonomi secara mandiri.
Komitmen Pemkab Takalar dalam Mendukung Koperasi
Bupati Daeng Manye menegaskan, Pemkab Takalar terus berkomitmen menumbuhkan koperasi di seluruh desa. “Pemerintah telah menyiapkan pendampingan agar koperasi tidak berhenti di launching saja. Yang aktif dan produktif akan kami dampingi dan fasilitasi sampai bisa mandiri,” tegasnya.
Camat Mangarabombang Mappaturung Daeng Muntu menyebut lahirnya tiga koperasi baru ini sebagai tonggak penting bagi kebangkitan ekonomi desa. “Alhamdulillah, ini adalah langkah awal yang luar biasa. Tiga koperasi baru di wilayah kami di-launching langsung oleh Bupati. Harapan kami, koperasi ini tidak berhenti di peresmian, tapi terus bertumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergitas antara pemerintah kecamatan, kabupaten, dan aparat desa menjadi kunci keberhasilan koperasi. “Potensi desa di Mangarabombang rata-rata ada di sektor pertanian. Karena itu, kami terus menjaga kerja sama dengan Dinas Pertanian dan PPL agar produksi pertanian meningkat dan memberi dampak langsung bagi koperasi,” jelasnya.
Gerai Sembako sebagai Langkah Konkret
Mappaturung juga menyebut gerai sembako yang ada di koperasi menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. “Gerai sembako ini bekerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan terjangkau,” tambahnya.
Ia menegaskan, pihak kecamatan selalu mendorong desa-desa agar potensi lokal benar-benar dikelola lewat koperasi. “Intinya, kami ingin koperasi menjadi rumah besar ekonomi rakyat di Mangarabombang,” tutupnya.
Simbol Semangat Baru Masyarakat
Tiga koperasi baru di Mangarabombang kini menjadi simbol semangat baru masyarakat. Dari gerai sembako hingga produk keripik dan garam rakyat, geliat ekonomi desa mulai bergerak. Di akhir kunjungan, Bupati Takalar kembali mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat. “Kita wujudkan visi Takalar Cepat bukan dengan seremonial, tapi dengan kerja nyata dari desa-desa seperti ini,” pungkas Daeng Manye.