
aiotrade,
JAKARTA— Perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, mengumumkan penundaan peluncuran kedua roket raksasa New Glenn yang seharusnya dilakukan pada Minggu, 9 November 2025. Penundaan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan peluncuran.
Penyebab Penundaan Peluncuran
Berdasarkan laporan terbaru, penundaan ini disebabkan oleh kombinasi berbagai kendala. Pertama, cuaca tidak mendukung untuk peluncuran. Kedua, ada beberapa masalah teknis di area peluncuran. Ketiga, keberadaan kapal pesiar yang melintas terlalu dekat dengan jalur penerbangan roket.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pernyataan resmi mereka, Blue Origin menyampaikan bahwa peluncuran akan dijadwalkan ulang pada Rabu, 12 November, di Cape Canaveral, Florida. Jendela peluncuran akan dibuka mulai pukul 14.50 hingga 16.17 waktu setempat (ET).
Tujuan Utama Misi Ini
Misi ini menjadi langkah penting bagi Blue Origin karena memiliki beberapa tujuan utama. Selain sebagai uji coba kemampuan roket untuk dapat digunakan kembali secara penuh, peluncuran ini juga merupakan misi komersial pertama New Glenn.
Pada penerbangan perdananya bulan Januari lalu, New Glenn berhasil mencapai orbit, namun booster roket mengalami kegagalan saat mendarat di kapal drone di laut. Dalam misi kedua ini, perusahaan menargetkan pendaratan booster yang sukses sebagai bukti kemajuan dalam desain dan keandalan roket.
Muatan yang Dibawa
Roket New Glenn akan membawa wahana antariksa ESCAPADE milik NASA, yang akan melakukan misi menuju Mars, serta muatan demonstrasi teknologi milik Viasat. Viasat adalah bagian dari proyek NASA lainnya.
Keberhasilan peluncuran ini akan menjadi kunci bagi Blue Origin untuk menunjukkan kemampuannya mengirim muatan ke luar angkasa secara aman dan efisien. Selain itu, sistem reusability atau penggunaan ulang roket akan membantu menekan biaya operasional.
Riwayat Penundaan
Peluncuran kedua ini sebelumnya telah beberapa kali mengalami penundaan sejak awal tahun. Pada Minggu, jendela peluncuran sempat dibuka pukul 14.45 ET, namun gangguan teknis dan kondisi cuaca membuat jadwal lepas landas terus bergeser.
Menjelang hitungan akhir, sebuah kapal pesiar memasuki jalur penerbangan, menurut siaran tersebut. Meskipun kapal tersebut diperkirakan akan meninggalkan jalur sebelum pukul 16.15 ET, cuaca masih menjadi masalah, dan menyebabkan perusahaan membatalkan upaya tersebut.
Proses Persiapan dan Evaluasi
Blue Origin terus melakukan evaluasi terhadap semua aspek peluncuran, termasuk kondisi cuaca, persiapan teknis, dan keamanan jalur penerbangan. Tim teknis dan manajemen perusahaan bekerja sama untuk memastikan bahwa semua syarat keselamatan dipenuhi sebelum peluncuran dilakukan.
Selain itu, Blue Origin juga memperhatikan kesiapan para petugas di lapangan dan sistem komunikasi yang digunakan selama proses peluncuran. Semua hal ini menjadi bagian dari proses persiapan yang sangat ketat.
Tantangan dan Harapan
Meski menghadapi berbagai tantangan, Blue Origin tetap optimis dengan kemampuan tim dan teknologi yang dimiliki. Peluncuran ini menjadi momen penting dalam sejarah perusahaan, yang bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri antariksa.
Dengan adanya peluncuran yang sukses, Blue Origin diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam eksplorasi ruang angkasa dan pengembangan teknologi antariksa.