Pem Gondanglegi Gelar English Camp, Santri Diasah Kemampuan Grammar dan Berbicara

admin.aiotrade 07 Nov 2025 4 menit 32x dilihat
Pem Gondanglegi Gelar English Camp, Santri Diasah Kemampuan Grammar dan Berbicara
Pem Gondanglegi Gelar English Camp, Santri Diasah Kemampuan Grammar dan Berbicara

Program Pembelajaran Bahasa Inggris di Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Gondanglegi

Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi, yang berada di Kabupaten Malang, mengadakan kegiatan English Camp selama sepekan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para santri sebagai bekal setelah mereka lulus dari pesantren.

Manajer Kurikulum PEM, Ahmad Rosyidi, S.Pd.I., yang akrab disapa Ustaz Rosyid, menjelaskan bahwa tujuan utama dari English Camp adalah agar santri mampu berbahasa Inggris secara komprehensif. Hal ini mencakup kemampuan berbicara, menulis, dan mendengarkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peserta English Camp terdiri dari santri kelas VII, VIII, IX, X, dan XI. Sedangkan untuk kelas XII diberikan kelonggaran karena waktu pelaksanaan kegiatan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan TKA. Program ini dilaksanakan selama satu minggu dengan tiga sesi pembelajaran setiap hari, yaitu pagi pukul 08.00-09.30, siang pukul 13.30-15.00, dan malam pukul 20.30-22.00. Setiap sesi diikuti sekitar 36 santri.

Ustaz Rosyid menambahkan bahwa harapan dari program ini adalah agar para santri dapat menguasai dasar-dasar bahasa Inggris seperti grammar, speaking, dan writing. Namun, ia juga mengakui bahwa masih ada kendala yang dihadapi oleh santri dalam mempelajari bahasa Inggris.

“Kesulitan utama biasanya terletak pada hafalan karena tulisan dan pengucapan dalam bahasa Inggris tidak selalu sama. Maka dari itu, kami terus melatih pengucapan atau pronunciation agar santri terbiasa dan cepat memahami materi,” jelasnya.

PIC English Program PEM Gondanglegi, Diah Anita L., S.Pd., Gr., M.Pd., CERA, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri dan kemampuan berinovasi dalam berbahasa Inggris, khususnya dalam aspek tata bahasa dan komunikasi.

“Tujuan English Camp ini untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif, agar santri lebih percaya diri dan terampil berbahasa Inggris, terutama dalam hal grammar dan komunikasi,” terangnya.

Diah menambahkan, meskipun berlangsung hanya selama satu minggu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar bahasa Inggris dan menyadarkan para santri bahwa bahasa merupakan jembatan untuk berhubungan dengan dunia yang lebih luas.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan English Camp ini merupakan putaran kedua dalam satu semester. Pada program pertama, fokus pembelajaran lebih banyak pada speaking atau kemampuan berbicara.

“Pada putaran kedua kali ini, fokus kegiatan beralih ke grammar. Tujuannya agar santri tidak hanya berani berbicara, tetapi juga memahami struktur dan tata bahasa yang benar saat berkomunikasi dalam bahasa Inggris,” pungkasnya.

Struktur Pembelajaran dan Fokus Materi

English Camp diselenggarakan dengan struktur pembelajaran yang terstruktur dan terencana. Setiap hari, peserta mengikuti tiga sesi pembelajaran yang dibagi menjadi tiga waktu: pagi, siang, dan malam. Setiap sesi diikuti sekitar 36 santri, sehingga memastikan adanya interaksi yang intensif antara guru dan peserta.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah pada pengembangan kemampuan berbahasa Inggris secara menyeluruh. Meski berlangsung hanya selama satu minggu, kegiatan ini dirancang agar santri dapat merasakan manfaatnya secara signifikan. Salah satu aspek yang ditekankan adalah pemahaman tentang tata bahasa (grammar), yang sering kali diabaikan oleh siswa karena kesulitan dalam menghafal dan memahami aturan-aturan bahasa.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi santri untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan. Dengan adanya latihan berulang dan lingkungan belajar yang menyenangkan, santri diharapkan mampu berbicara dengan percaya diri dan memahami materi yang diajarkan.

Kendala dan Solusi yang Diambil

Meski memiliki tujuan yang jelas, kegiatan English Camp juga menghadapi beberapa kendala. Salah satu masalah utama yang sering dialami oleh santri adalah kesulitan dalam menghafal kata-kata dan struktur tata bahasa. Hal ini disebabkan oleh perbedaan antara cara penulisan dan pengucapan dalam bahasa Inggris.

Untuk mengatasi hal ini, para pengajar melakukan berbagai upaya, termasuk melatih pengucapan (pronunciation) secara berkala. Dengan demikian, santri dapat terbiasa dengan cara pengucapan yang benar dan cepat memahami materi yang diajarkan.

Selain itu, para pengajar juga menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Hal ini bertujuan untuk membangun rasa percaya diri dan minat belajar yang tinggi di kalangan santri.

Kesimpulan

English Camp yang diadakan oleh PEM Gondanglegi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga membantu santri membangun rasa percaya diri dan semangat belajar. Dengan struktur pembelajaran yang baik dan pendekatan yang tepat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi para santri.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan