Pemain Malaysia Buka Peluang Gugat FAM Akibat Sanksi FIFA

admin.aiotrade 10 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
Pemain Malaysia Buka Peluang Gugat FAM Akibat Sanksi FIFA

Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia Memasuki Tahap Baru

Skandal naturalisasi pemain Timnas Malaysia kini memasuki babak baru setelah sejumlah pemain yang memiliki status ilegal dikabarkan mempertimbangkan langkah hukum terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Langkah ini muncul setelah banding FAM terhadap sanksi FIFA ditolak. Akibatnya, para pemain harus menjalani larangan berkarier selama 12 bulan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kasus ini bermula dari dugaan pemalsuan dokumen oleh kakek dan nenek beberapa pemain yang melakukan naturalisasi di Malaysia. FIFA kemudian memberikan sanksi kepada para pemain, yaitu larangan tampil selama setahun serta denda sebesar 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp73 juta per orang. Banding yang diajukan FAM ke FIFA tidak diterima, sehingga satu-satunya opsi adalah membawa perkara tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Namun, upaya tersebut tidak langsung menghapus sanksi yang telah dijatuhkan. Hal ini memicu ketegangan antara para pemain dan asosiasi. Sejumlah pemain Timnas Malaysia disebut siap menuntut FAM karena merasa sanksi tersebut sangat berdampak pada karier dan keuangan mereka.

Menurut laporan New Straits Times (NST), tim pengacara sudah disiapkan untuk mendampingi tujuh pemain yang terdampak. “Pengacara asing dilaporkan sedang melakukan pembicaraan dengan tujuh pemain,” tulis NST, Minggu (9/11/2025). “Mereka sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap FAM terkait kesalahan teknis yang diakui oleh asosiasi tersebut.”

Larangan bermain selama satu tahun disebut berpotensi merugikan secara finansial karena para pemain kehilangan penghasilan dan kesulitan mencari klub baru. Selain itu, para pemain juga menilai bahwa tindakan hukum merupakan tindakan rasional karena FAM dianggap memiliki peran langsung dalam proses administrasi yang bermasalah.

“Mereka dapat melakukannya dan hal itu tidak akan mengejutkan mengingat dampak finansial dari larangan yang dijatuhkan,” tulis media tersebut. Selain menuntut ganti rugi, pemain juga disebut ingin memulihkan reputasi setelah kasus ini mencuat ke publik internasional.

“Permohonan ganti rugi juga dapat membantu membersihkan nama mereka,” lanjut laporan NST. “Memudahkan mereka untuk mencari klub baru setelah masa skorsing.”

Ketujuh pemain tersebut adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka dinyatakan melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen. Kasus ini membuat skandal pemain naturalisasi ilegal di Malaysia kian rumit dan berpotensi berlanjut panjang di jalur hukum.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan