
Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah ke PT Nadesico Nickel Industry
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan kunjungan kerja langsung ke kawasan industri PT Nadesico Nickel Industry (NNI) di Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, pada hari Kamis (23/10/2025). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memastikan pengelolaan lingkungan di kawasan industri nikel berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, ia juga ingin mencari solusi atas beberapa masalah yang muncul, termasuk rencana sodetan sungai dan penanganan limbah perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan investasi dan kelestarian lingkungan. Ia menyatakan bahwa kunjungan ini dilakukan agar keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan. Kita ingin memastikan investasi tetap berjalan, tapi lingkungan juga harus terlindungi, ujar Anwar Hafid.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat teguran yang diberikan oleh pemerintah provinsi kepada pihak perusahaan terkait pengelolaan limbah. Gubernur juga menekankan pentingnya keseriusan perusahaan dalam melakukan perbaikan secara menyeluruh. Pemerintah tidak menolak investasi, tetapi jangan sampai sungai, laut, atau tanah kita tercemar akibat kelalaian, tegasnya.
Dari hasil pantauan di lapangan, Gubernur Anwar Hafid menilai ada kemajuan signifikan dalam pengelolaan limbah perusahaan. Kondisi air sungai yang sebelumnya keruh kini terlihat lebih jernih. Sekarang airnya sudah jauh lebih jernih, tinggal sekitar 20 persen yang perlu diperbaiki lagi. Ini menunjukkan perusahaan mulai melakukan langkah nyata. Namun kami akan tetap melakukan pengawasan agar pemulihan lingkungan benar-benar tuntas, katanya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan melakukan evaluasi lanjutan dalam waktu dekat untuk meninjau hasil akhir dari proses perbaikan tersebut. Selain menyoroti pengelolaan limbah, Anwar Hafid juga mengajak perusahaan untuk berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur di Morowali Utara. Salah satu pembahasan dalam kunjungan itu adalah peningkatan akses jalan menuju kawasan industri serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan terhadap program sodetan sungai untuk mencegah banjir.
Pemerintah provinsi sangat menghargai jika perusahaan mau ikut membantu lewat program tanggung jawab sosial. Kita ingin pembangunan di Sulawesi Tengah tumbuh bersamasaling mendukung antara dunia usaha dan pemerintah daerah, jelasnya.
Anwar Hafid menegaskan bahwa kerja sama seperti ini merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang demi keberlanjutan industri dan kesejahteraan masyarakat. Kalau lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera, dan infrastruktur memadai, maka iklim investasi akan semakin baik, tambahnya.
Menutup kunjungannya, Gubernur mengingatkan bahwa setiap investasi harus membawa manfaat ganda: mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam. Pemerintah provinsi akan terus mendorong investasi yang sehat. Kita ingin Sulawesi Tengah dikenal bukan hanya sebagai daerah kaya sumber daya, tetapi juga wilayah yang mampu mengelola kekayaan alamnya dengan bijak, tandasnya.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT Nadesico Nickel Industry, Irwansa, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Gubernur Sulawesi Tengah. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sejak menerima surat teguran, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan melakukan berbagai langkah penanganan. Mulai dari blokade air keluar area pencucian batubara, pembuatan sedimen sementara, pengerukan lumpur sungai, hingga pemasangan membran penyaring, jelasnya.
Menurut Irwansa, kualitas air di sekitar kawasan industri kini jauh lebih jernih dibanding sebelumnya. Kami juga menyiapkan sistem filtrasi jangka panjang agar tidak terjadi pencemaran kembali. Harapan kami, ke depan perusahaan bisa beroperasi lebih optimal dan memberikan kontribusi bagi peningkatan PAD serta kesejahteraan masyarakat, ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur turut didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Kepala Badan Kesbangpol Arfan, Kepala Dinas Cikasda Andi Ruly Djanggola, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Faidul Keteng, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.