
Kenaikan Harga Daging Ayam dan Telur di Kota Cimahi
Kenaikan harga daging ayam dan telur ayam di Kota Cimahi menjadi perhatian serius bagi Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperin). Pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan pasokan bahan pokok tersebut, khususnya seiring dengan berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani, pihaknya belum bisa memastikan apakah kenaikan harga ini berkaitan langsung dengan program MBG. "Masih perlu dilakukan survei dan data pendukung untuk membuktikannya," ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pemantauan yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan bahwa harga telur ayam berada pada kisaran Rp 31.000-32.000 per kilogram, sedangkan daging ayam broiler berkisar antara Rp 35.000-40.000 per kilogram. Meski demikian, Hella menyatakan bahwa kenaikan harga tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan program MBG. "Masih harus dikaji karena rantai pasokannya bisa saja berbeda. Kami akan terus memantau pergerakan harga di pasaran," tambahnya.
Pengelola Dapur Umum dan Pasokan Bahan Pokok
Hella menjelaskan bahwa para pengelola dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia paket MBG biasanya langsung membeli bahan baku dari pasar induk maupun pihak pemasok bahan pangan. "Mungkin jika SPPG tidak belanja langsung ke pasar tradisional, maka harga paket MBG sudah ditentukan. Jadi, mereka lebih mungkin mengambil dari supplier atau pasar induk," jelasnya.
Namun, kondisi ini berdampak pada pedagang di pasar tradisional. Mereka mengeluhkan tingginya harga bahan pangan dan pasokan yang terbatas. Hal ini diduga akibat rebutan dengan pembelian untuk kebutuhan program MBG.
Keluhan Pedagang Pasar Tradisional
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Atas Baru, Santi (49), mengungkapkan bahwa pasokan barang menjadi sulit karena banyak bahan pokok yang sudah diambil duluan oleh mobil MBG. "Barang sering habis atau stoknya tinggal sedikit, hal ini membuat harga naik dan pembeli di pasar semakin sepi," katanya.
Selain itu, faktor cuaca juga turut memengaruhi kualitas panen sehingga pasokan terhambat. "Faktor cuaca dan panen yang belum stabil juga berpengaruh ke pasokan. Termasuk paling terasa pasokan dari pasar induk semakin sulit, kita harus bersaing sama yang belanja buat MBG," ujarnya.
Dampak Tingginya Harga Pangan
Tingginya harga pangan memengaruhi pendapatan para pedagang. "Kadang harga naik dua sampai tiga kali dalam seminggu, pembeli jadi makin sedikit. Kami serbasalah, kalau tidak naik rugi, kalau dinaikkan pembeli kabur," kata Santi.
Upaya Penanganan dan Pemantauan
Disdagkoperin Kota Cimahi tetap berkomitmen untuk terus memantau situasi harga dan pasokan di pasar tradisional. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan survei lanjutan untuk memperoleh data yang lebih akurat. Tujuannya adalah agar dapat memberikan solusi yang tepat bagi para pedagang dan masyarakat yang terdampak oleh kenaikan harga tersebut.
Dengan adanya program MBG yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok. Dengan begitu, program tersebut dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan masalah baru di pasar tradisional.