
Kembali Terjadi, Tawuran Antarwarga di Makassar
MAKASSAR, aiotrade
Tawuran antarwarga kembali terjadi di kawasan Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Kamis (6/11/2025) malam. Bentrokan tersebut pecah sejak sore hari dan berlangsung hingga malam, bahkan meluas ke beberapa titik wilayah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Aksi tawuran ini membuat warga panik karena dua kelompok saling menyerang menggunakan berbagai alat seperti anak panah busur, batu, petasan, hingga bom molotov. Puncak kepanikan terjadi ketika pelaku melemparkan bom molotov yang mengenai rumah semi permanen milik warga. Beruntung api cepat dipadamkan sehingga tidak membesar.
Tawuran mereda setelah ratusan personel gabungan melakukan upaya pembubaran di lokasi. Para pelaku langsung kocar-kacir melarikan diri ketika melihat petugas.
Penjelasan dari Kapolrestabes Makassar
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa tawuran kembali terjadi setelah personel gabungan yang ditempatkan di beberapa pos ditarik kembali. Ia menyatakan, situasi awalnya mulai kondusif, namun penarikan pasukan justru memicu kembali bentrokan.
"Ini sebenarnya situasi sudah mulai kondusif, tapi terus kami hanya mencoba tarik pasukan, ternyata tawuran kembali terjadi," kata Arya dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, fenomena tawuran bisa dihentikan jika masyarakat sendiri sadar untuk menjaga ketertiban. Ia menegaskan bahwa tanpa kerjasama masyarakat, sulit untuk menciptakan situasi yang kondusif.
"Jadi ini harus ada keinginan bersama dan terlebih lagi para orang tua menjaga anaknya. Karena ini pemainnya (pelaku tawuran) anak-anak semua ini. Jadi khawatir nanti kalau anak-anak menjadi korban, yah juga menjadi pelaku, ini kan juga tidak baik untuk mereka, jadi harus kita sama-sama berupaya supaya situasi bisa kondusif," tambahnya.
Petugas Keamanan Kembali Disiagakan
Untuk mengantisipasi tawuran susulan, personel gabungan akan kembali ditempatkan di beberapa titik rawan.
"Hari ini kita tempatkan pasukan lagi, ya berharapnya semoga tidak ada lagi tawuran, tapi kalau memang ada pelaku lain yang bisa kami dapat, ya tentu akan kami tindak tegas," ujar Arya.
Ia juga menegaskan bahwa jika ada orang tua yang sengaja melindungi anaknya jika tertangkap tangan melakukan aksi tawuran, maka akan dikenakan pasal pidana.
"Kalau ada yang ditangkap, itu pasti karena ada kesalahan mereka. Jadi pelaku-pelaku kriminal ini jangan dilindungi. Ya kalau misalnya ada yang melindungi, ada pasalnya itu masuk tindak pidana," ungkap dia.
Sebelumnya, Tawuran Juga Terjadi di Kawasan Pekuburan Beroanging
Sebelum kejadian ini, hampir sepekan lalu, aksi tawuran antarwarga terjadi di kawasan pekuburan Beroanging, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Diketahui, tawuran pada Senin (3/11/2025) ini melibatkan warga Kampung Sapiria dan Kampung Borta yang mengakibatkan seorang anak tujuh tahun dan petugas Satpol PP menjadi korban luka tertancap anak panah.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, tawuran itu sudah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa masalah tawuran antarwarga masih menjadi isu yang serius dan perlu segera diatasi dengan langkah-langkah yang lebih efektif.