
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa timnya bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan segera membangun hunian tetap bagi para korban banjir di Sumatera. Pembangunan ini direncanakan dimulai pada hari Ahad, 21 Desember 2025. Menurutnya, proses pembangunan akan melibatkan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta berbagai lembaga lain yang terkait.
Maruarar menjelaskan bahwa proyek hunian tetap tersebut akan dimulai di wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara. "Kami langsung membangun hunian tetap untuk saudara-saudara kita yang sedang berduka di sana. Mulai besok pagi, saya akan langsung ke lokasi bersama tim," ujarnya saat berada di Serang, Banten, pada hari Sabtu, 20 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap ini merupakan bagian dari peran negara dalam menangani bencana yang telah terjadi sejak akhir November 2025. Menurut Maruarar, Presiden Prabowo Subianto memiliki keinginan kuat untuk bekerja cepat dalam menangani situasi ini. "Untuk kepentingan rakyat Indonesia yang kita cintai," tambahnya.
Hingga hari Jumat, 19 Desember 2025, BNPB melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatera mencapai 1.068 jiwa. Data tersebut diakses melalui Geoportal Data Bencana milik BNPB. "1.068 jiwa korban meninggal," tulis keterangan di Geoportal Data Bencana, Jumat.
Wilayah dengan jumlah korban meninggal tertinggi adalah Kabupaten Agam, dengan 187 jiwa. Disusul oleh Kabupaten Aceh Utara yang melaporkan 169 jiwa korban meninggal, dan Tapanuli Tengah dengan 131 jiwa. Sementara itu, sebanyak 190 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka.
Selain itu, BNPB juga melaporkan kerusakan pada sebanyak 147.236 rumah. Kerusakan juga terjadi pada 1.600 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung atau kantor, serta 145 jembatan.
Banjir dan tanah longsor terjadi di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Hingga pukul 19.00 WIB, Kamis, 18 Desember 2025, BNPB melaporkan jumlah korban meninggal akibat bencana Sumatera mencapai 1.068 orang. Angka ini kemungkinan akan terus bertambah karena masih ada 190 orang yang belum ditemukan hingga tiga pekan setelah banjir terjadi.
Selain korban meninggal, BNPB juga melaporkan lebih dari 7 ribu orang mengalami luka-luka. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada sebanyak 147.236 unit rumah, serta ribuan fasilitas publik seperti sekolah, jembatan, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah.
Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.