Pembangunan Jalan di KM 13,5 Sorong Tertunda, Warga Kecemasan Akses Menyempit

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Pembangunan Jalan di KM 13,5 Sorong Tertunda, Warga Kecemasan Akses Menyempit
Pembangunan Jalan di KM 13,5 Sorong Tertunda, Warga Kecemasan Akses Menyempit

Perbaikan Jalan di Sorong Masih Berlangsung, Warga Keluhkan Kemacetan

Perbaikan jalan rusak di ruas kilometer 13,5 yang menghubungkan Kota Sorong dan Kabupaten Sorong mulai dikerjakan sejak sepekan terakhir. Namun hingga kini pekerjaan tersebut belum juga rampung. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejumlah pekerja masih melakukan penggarukan aspal di sisi kanan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter di jalur lintas Kota–Kabupaten, sementara pada jalur sebaliknya (Kabupaten–Kota) sekitar 100 meter.

Tidak hanya di titik itu, ruas jalan lintas Kabupaten menuju Kota Sorong juga tengah dilakukan pengerjaan serupa. Kondisi ini membuat akses jalan semakin sempit dan menimbulkan kemacetan, terutama saat kendaraan roda dua melintas dengan truk maupun kendaraan roda empat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Untuk mempercepat proses, beberapa alat berat telah diturunkan ke lokasi. Perbaikan ini sendiri dilakukan karena kondisi jalan sebelumnya rusak dan membahayakan pengendara. Warga yang melintas menyampaikan beragam pandangan terkait kondisi jalan tersebut.

Pendapat Pengendara Motor

Pengendara motor Roni (32) mengeluhkan lambannya proses perbaikan. Menurutnya, meski perbaikan sangat diperlukan, molornya pekerjaan justru membuat jalan semakin sempit dan menimbulkan kemacetan setiap hari.

Pandangan Pedagang Sayur

Keluhan serupa disampaikan Ibu Lince (45), seorang pedagang sayur. Ia mengaku sering terlambat tiba di pasar karena macet di lokasi perbaikan saat menggunakan Taxi (angkutan umum). Katanya, saat pagi kendaraan yang melintas untuk melakukan aktivitas masing-masing cukup banyak, ada yang ke sekolah dan ada yang ke kantor. Hal tersebut membuat akses jalan cukup padat.

Penilaian Sopir Truk

Sementara itu, Agus (38), sopir truk yang kerap melintas, menilai perbaikan jalan memang penting. Namun ia menekankan perlunya pengaturan lalu lintas, agar kendaraan besar dan pengendara roda dua tidak saling berdesakan di jalur sempit.

Tanggapan Mahasiswi

Di sisi lain, Maria (21), mahasiswi di Kota Sorong, menilai perbaikan ini adalah langkah yang patut didukung. Meski harus bersabar dengan kondisi jalan yang macet, ia yakin hasil akhirnya akan membuat perjalanan lebih aman.

Harapan Warga Kabupaten Sorong

Adapun Yulius (50), warga Kabupaten Sorong, bilang jalan ini merupakan urat nadi penghubung kota dan kabupaten. Ia berharap pengerjaan bisa dipercepat agar masyarakat di dua wilayah sama-sama terbantu.

Pekerjaan Jalan Masih Berlangsung

Meskipun sudah dikerjakan sejak sepekan terakhir, proses perbaikan jalan masih berlangsung. Beberapa alat berat telah diterjunkan untuk mempercepat pengerjaan, namun tampaknya masih butuh waktu untuk menyelesaikan seluruh area yang rusak.

Warga setempat berharap proses perbaikan dapat segera selesai, sehingga kondisi jalan kembali normal dan dapat digunakan oleh masyarakat secara aman dan nyaman. Dengan adanya perbaikan, diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Tantangan dalam Proses Perbaikan

Salah satu tantangan utama dalam proses perbaikan jalan adalah kesulitan dalam mengatur lalu lintas selama pengerjaan berlangsung. Kendaraan besar seperti truk dan kendaraan roda dua sering kali saling berebut ruang di jalur yang sempit, sehingga memicu kemacetan dan risiko kecelakaan.

Selain itu, kondisi jalan yang rusak sebelumnya juga memerlukan perbaikan yang lebih mendalam, sehingga membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup besar. Warga berharap pihak terkait dapat memberikan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini.

Kesimpulan

Perbaikan jalan di ruas kilometer 13,5 antara Kota Sorong dan Kabupaten Sorong masih berlangsung, namun prosesnya terlihat lambat. Warga setempat mengeluhkan kemacetan yang terjadi akibat pengerjaan, serta kurangnya pengaturan lalu lintas. Meskipun begitu, banyak dari mereka tetap mendukung upaya perbaikan ini karena dianggap penting untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

Dengan adanya perbaikan, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan memastikan keamanan bagi para pengguna jalan. Semoga proses perbaikan dapat segera selesai dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat sekitar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan