Pembangunan Stadion San Siro Baru, Presiden Inter Milan Kritik Birokrasi Italia

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Pembangunan Stadion San Siro Baru, Presiden Inter Milan Kritik Birokrasi Italia

Masalah Birokrasi Menghambat Pembangunan Stadion Baru Inter Milan dan AC Milan

Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, menyampaikan kekhawatirannya terkait kemungkinan keterlambatan dalam pembangunan stadion San Siro yang baru. Ia mengungkapkan bahwa proses birokrasi yang lambat di Italia bisa menjadi penghalang utama bagi penyelesaian proyek ini yang direncanakan selesai pada tahun 2030.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada Rabu (5/11), Inter dan AC Milan telah menyelesaikan pembelian stadion berusia 99 tahun beserta area sekitarnya dari pemerintah kota. Kesepakatan ini memungkinkan kedua klub Serie A untuk merobohkan stadion lama dan membangun arena baru yang mampu menampung hingga 71.500 penonton.

Pembangunan stadion baru ini memiliki tujuan utama agar siap digunakan ketika Italia menjadi tuan rumah bersama dalam Kejuaraan Eropa 2032, yang juga akan diadakan di Turki. Marotta menjelaskan, "Tujuannya adalah untuk siap jauh sebelum dimulainya Euro 2032 guna memastikan stadion baru dapat digunakan selama Kejuaraan Eropa." Ia berharap semua proses ini bisa terwujud karena menghadapi birokrasi Italia yang biasanya sangat lambat.

Marotta juga menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut dan mengungkapkan pandangannya tentang lambatnya proses birokrasi di Italia. Ia menyebutkan bahwa dalam 15 tahun terakhir, 50 stadion telah dibangun di Eropa dengan investasi sekitar EUR 20 miliar. Selama periode itu, hanya tiga stadion yang telah dimodernisasi di Italia, sehingga klub Serie A jauh tertinggal.

Ia menekankan bahwa masalah utama bukanlah kurangnya dana, melainkan lambatnya proses birokrasi di negara tersebut. Marotta menambahkan, "Coba bayangkan, dua klub terpenting di Italia (Inter dan AC Milan) dimiliki oleh orang asing. Itu berarti sistem Italia tidak mampu mendukung olahraga elit (sepak bola)."

Saat ini, Milan dimiliki oleh RedBird, sedangkan Inter oleh Oaktree, dan kedua klub telah menjalin kesepakatan dengan firma arsitektur Foster + Partners dan Manica untuk merancang stadion baru. Stadion baru ini akan menjadi bagian dari proyek yang mencakup area seluas kurang lebih 3 juta kaki persegi.

Kesepakatan untuk membeli San Siro bernilai EUR 197 juta, dan Presiden Milan, Paolo Scaroni, telah mengungkapkan bahwa kedua klub akan berinvestasi lebih dari EUR 1 miliar dalam pembangunan stadion baru ini. Diperkirakan, masing-masing klub dapat menghasilkan hingga EUR 180 juta per tahun dari stadion baru yang akan dibangun, yang lebih dari dua kali lipat pendapatan mereka saat ini, yaitu sekitar EUR 80 juta.

Peningkatan pendapatan ini diharapkan berasal dari menarik wisatawan pada hari-hari non-pertandingan untuk mengunjungi museum atau mengikuti tur stadion, serta menyelenggarakan konser dan acara lainnya. Selain itu, ada potensi untuk menjual hak penamaan stadion baru kepada perusahaan-perusahaan besar.

Scaroni menyatakan, "Kami ingin membangun stadion terbaik di Eropa karena Milan adalah salah satu ibu kota (terbaik) sepak bola di Eropa dan membutuhkan serta layak memiliki infrastruktur yang fenomenal." Ia menambahkan, "Kami menginginkan sebuah bangunan yang bagi dunia akan dibuka setiap hari."

Menurut Scaroni, "Jika Anda pergi ke San Siro sekarang, tidak ada orang, Anda akan takut berjalan-jalan di San Siro hanya karena bangunan ini terlalu penuh saat ada pertandingan atau terlalu kosong saat tidak ada pertandingan."

Ia berharap, "Kami menginginkan tempat di mana setiap hari (stadion baru nantinya) ada sesuatu yang terjadi. Ada restoran, hotel, aktivitas komersial, semuanya itu. Hal semacam ini akan dibangun di Milan hingga 2030 mendatang."

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan