Pembaruan Kematian Mahasiswa Unud Timothy! Menteri HAM Minta Penyelidikan Mendalam

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 10x dilihat
Pembaruan Kematian Mahasiswa Unud Timothy! Menteri HAM Minta Penyelidikan Mendalam


bali.aiotrade
, DENPASAR - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai kembali menunjukkan perhatiannya terhadap kasus kematian mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra alias TAS, yang berusia 22 tahun.

Menteri HAM Natalius Pigai langsung bertemu dengan Rektor Universitas Udayana, Prof I Ketut Sudarsana, di Kampus Sudirman, Denpasar, Bali, pada Jumat (24/10). Dalam pertemuan tersebut, ia meminta aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kematian Timothy Anugerah Saputra.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Saya meminta aparat kepolisian harus benar-benar menyelesaikan kasus ini, baik melalui penyelidikan konvensional maupun secara saintifik. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah ada hubungan antara peristiwa kematian dan bullying yang terjadi," ujar Menteri Natalius Pigai.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut terdapat dua poin utama yang dibahas. Pertama, mengenai kasus kematian Timothy. Kedua, mengenai tindakan nirempati yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Universitas Udayana setelah kematiannya.

Menurutnya, untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kematian Timothy Anugerah Saputra dengan peristiwa bullying yang terjadi setelah kematiannya, polisi akan mengumumkan hasil investigasi mereka.

“Terkait apakah ada hubungan atau tidak antara kematian korban dengan peristiwa bullying, kepolisian yang akan menentukan,” katanya.

Timothy Anugerah Saputra ditemukan meninggal dunia pada Rabu (15/10) pagi setelah diduga melompat dari lantai empat gedung FISIP Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Ia diduga menjadi korban perundungan baik di lingkungan kampus maupun melalui grup percakapan daring.

Setelah ditemukan dalam kondisi luka parah, korban segera dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar. Namun, tim medis menyatakan nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Menteri Natalius Pigai mengatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Pihak kepolisian juga telah melakukan penyelidikan secara konvensional dan scientific investigation, termasuk memeriksa handphone dan laptop milik korban untuk mencari bukti atau petunjuk.

"Mereka (polisi) sudah lakukan pendalaman. Mereka sudah meminta keterangan dan mengumpulkan bukti-bukti CCTV dan berbagai hal," ujarnya.

Oleh karena itu, Menteri HAM yakin kepolisian akan menyampaikan apakah ada hubungan antara peristiwa kematian almarhum TAS dengan tindakan-tindakan lain.

Dirinya melihat reaksi publik terhadap peristiwa kematian TAS sebagai bentuk simpati terhadap korban.

"Apapun yang terjadi di publik, kami menghormati itu sebagai rasa simpati dan empati. Diharapkan dengan adanya ini, tidak ada peristiwa-peristiwa yang akan datang, tidak boleh lagi menimbulkan hal yang serupa," tutur Menteri HAM Natalius Pigai.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan