Pembaruan Saham BMRI: Harga Tetap di Rp 4.260, Tekanan Jual Asing Berlanjut

admin.aiotrade 07 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Pembaruan Saham BMRI: Harga Tetap di Rp 4.260, Tekanan Jual Asing Berlanjut

Tekanan Jual Masih Menghiasi Harga Saham Bank Mandiri

Harga saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus mengalami tekanan jual yang signifikan. Pada perdagangan hari ini, Selasa, 7 Oktober 2025, harga saham bank BUMN tersebut masih berada di level terendahnya. Hal ini menjadi kelanjutan dari sentimen negatif yang muncul akibat aksi jual besar-besaran oleh investor asing pada perdagangan kemarin.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada pertengahan sesi I, sekitar pukul 10.13 WIB, saham BMRI terpantau diperdagangkan di level Rp 4.260 per lembar. Angka ini sama persis dengan harga penutupan Senin (6/10), yang menunjukkan bahwa kekuatan beli belum mampu mengangkat saham ini dari level support kuatnya.

Aksi Jual Asing yang Besar

Pelemahan harga saham BMRI tidak bisa dilepaskan dari tekanan jual yang datang dari investor asing. Data ringkasan bursa dari perdagangan kemarin, Senin, 6 Oktober 2025, menunjukkan data yang cukup signifikan:

  • Total Jual Asing (Foreign Sell): Mencapai 56,7 juta lembar saham
  • Total Beli Asing (Foreign Buy): Hanya sebesar 30,5 juta lembar saham
  • Net Sell Asing: Sebanyak 26,2 juta lembar saham, dengan taksiran nilai mencapai lebih dari Rp 111,5 miliar

Aksi jual besar ini menjadi penyebab utama anjloknya harga saham BMRI dari level Rp 4.310 ke Rp 4.260. Investor asing tampaknya sedang melakukan strategi pengurangan posisi dalam saham ini, yang memicu kenaikan tekanan jual di pasar.

Level Terendah dalam Sebulan Lebih

Dengan tertahannya harga di level Rp 4.260, ini menandakan posisi terendah saham BMRI dalam lebih dari sebulan terakhir. Tren pelemahan ini kontras dengan sentimen positif yang sempat muncul pasca Paparan Publik perusahaan pada pertengahan September lalu.

Saat ini, para pelaku pasar tengah mencermati dengan saksama apakah level psikologis Rp 4.250 akan mampu menahan laju penurunan saham BMRI. Jika level ini tertembus, tekanan jual berpotensi akan berlanjut lebih dalam. Sebaliknya, jika berhasil bertahan, ada peluang bagi saham ini untuk mencoba melakukan technical rebound.

Perkembangan Pasar dan Prediksi

Pergerakan harga saham BMRI saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan aksi investor asing. Dalam beberapa hari terakhir, investor asing terlihat lebih agresif dalam menjual saham, yang berdampak langsung pada harga saham. Meskipun demikian, beberapa analis menyatakan bahwa jika pasar mulai stabil, kemungkinan besar harga akan kembali naik.

Namun, sampai saat ini, investor tetap harus waspada karena tekanan jual masih terus terjadi. Para pemain pasar perlu memperhatikan berbagai faktor seperti kinerja keuangan perusahaan, kondisi ekonomi makro, serta pergerakan pasar saham secara keseluruhan.

Kiat Investasi

Sebagai informasi tambahan, setiap keputusan investasi harus didasarkan pada riset mendalam dan analisis yang matang. Artikel ini disusun berdasarkan data perdagangan real-time dan bukan merupakan saran atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh pembaca. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan