
Jakarta – Pasar kripto kembali menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah beberapa waktu terakhir mengalami penurunan. Aksi beli yang dilakukan oleh pelaku pasar menjadi faktor utama dalam memicu kenaikan harga aset kripto.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap pada Senin (8/12) pukul 15.16 WIB, harga Bitcoin naik sebesar 2,77% ke level US$ 91.703 secara harian. Sementara itu, Ethereum juga menguat sebesar 3,48% dengan harga mencapai US$ 3.135.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Christopher Tahir, co-founder Cryptowatch, menyatakan bahwa rebound kali ini lebih didorong oleh aliran masuk dana dari pelaku pasar. “Aksi serok menjadi penopang harga saat ini di tengah minimnya katalis penggerak harga,” ujarnya kepada aiotrade, Senin (8/12/2025). Ia menilai keberlanjutan penguatan sangat bergantung pada hasil rapat FOMC minggu ini.
Fyqieh Fachrur, analis Tokocrypto, menambahkan bahwa potensi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps masih menjadi motor utama bagi minat risiko, termasuk kripto. Ia juga mencatat bahwa akumulasi investor besar saat indeks ketakutan sempat ekstrem memberi tambahan momentum bagi reli teknikal.
Ke depan, penguatan berpotensi berlanjut namun sentimen kebijakan bank sentral masih menjadi kunci hingga awal tahun depan. “Penguatan berpotensi berlanjut, tetapi sangat bergantung pada hasil dan nada kebijakan The Fed serta kemampuan BTC dan ETH menjaga level teknikal kuncinya,” ucap Fyqieh.
Christopher menyebut peluang peningkatan likuiditas bisa menjaga harga kripto dalam tekanan terbatas apabila FOMC mengisyaratkan pelonggaran lebih lanjut. “Jika The Fed memberi sinyal kelonggaran moneter, ada peluang limpahan likuiditas yang menopang harga Bitcoin,” katanya.
Hingga awal tahun depan, Fyqieh menilai arah pasar kripto masih dipengaruhi oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS dan aliran dana institusi.
Untuk Ethereum, agenda upgrade jaringan juga menjadi katalis yang dapat memperkuat adopsi dan minat investasi.
Fyqieh menambahkan, meski volatilitas jangka pendek masih tinggi, prospek jangka menengah aset utama dinilai tetap positif.
Hingga awal 2026, Christopher memperkirakan Bitcoin berpeluang turun menuju kembali US$ 75.000 sedangkan Ethereum berpeluang naik ke kisaran US$ 3.500 - US$ 4.000 pada akhir tahun ini. Kalau Fyqieh memproyeksikan Bitcoin bergerak di rentang US$ 105.000 - US$ 130.000 dan Ethereum di kisaran US$ 4.000 - US$ 5.200.