Pembiayaan Whoosh Membengkak, Adian Minta Pemerintah Evaluasi Kembali

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Pembiayaan Whoosh Membengkak, Adian Minta Pemerintah Evaluasi Kembali

Penelitian Kembali Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

Anggota Komisi V DPR RI, Adian Napitupulu, menyoroti pentingnya meninjau kembali pembengkakan biaya dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Ia mengatakan bahwa perlu dilakukan analisis mendalam untuk menemukan penyebab utama dari peningkatan anggaran tersebut. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Adian menyampaikan pendapatnya setelah mendengar pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak penggunaan APBN untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Whoosh. Menurutnya, penolakan tersebut perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas, yakni adanya dugaan pembengkakan biaya yang harus dikaji secara serius.

Ia menegaskan bahwa proyek serupa tidak hanya dibangun di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain dengan teknologi yang berbeda, seperti produksi dari China maupun Jepang. Dengan membandingkan harga, dapat diperiksa mengapa biaya di Indonesia jauh lebih tinggi. Selain itu, Adian menyoroti pentingnya mengetahui bagaimana perjanjian awal dibuat, siapa yang melakukan negosiasi, dan sebagainya.

Menurut Adian, sikap Menteri Keuangan menolak pembayaran utang proyek menggunakan APBN tentu memiliki alasan tersendiri. Namun, ia menilai hal ini tidak menghapus kewajiban pemerintah untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap manajemen proyek tersebut.

Ide Perpanjangan Rute Kereta Cepat Jakarta–Surabaya

Terkait wacana perpanjangan rute Kereta Cepat hingga Jakarta–Surabaya, Adian menilai ide tersebut baik, namun harus diimbangi dengan perencanaan dan pelaksanaan yang matang. Ia menegaskan bahwa gagasan kereta cepat itu bagus, tetapi masalahnya adalah bagaimana cara merealisasikannya juga harus bagus.

Lebih lanjut, Adian menyoroti bahwa hampir setiap proyek besar di Indonesia kerap mengalami pembengkakan biaya. Ia pun menegaskan bahwa jika proyek ini pada akhirnya menggunakan APBN, maka pemerintah harus menjelaskan evaluasi yang telah dilakukan.

Evaluasi Kontrak Proyek

Adian menekankan bahwa jika sampai menggunakan APBN, maka ini akan mengkhianati janji awal. Oleh karena itu, yang harus dipikirkan adalah siapa yang melakukan negosiasi, berapa harga yang patut, dan apakah perjanjian itu dibuat dengan niat baik.

Menurutnya, penilaian terhadap niat baik dapat dilihat dari kepatutan harga dalam kontrak proyek. Jika terbukti perjanjian tidak dibuat dengan dasar niat baik, maka pemerintah dapat meninjau ulang atau menegosiasikan kembali perjanjian tersebut.

Jika bisa dibuktikan perjanjian itu tidak dilakukan berdasarkan niat baik, ya bisa diminta dibatalkan atau dinegosiasikan ulang. Tapi masalahnya adalah kok biayanya bisa gede banget.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan