Pembicaraan di Islamabad Berakhir Tanpa Kesepakatan, Delegasi Iran dan AS Tinggalkan Pakistan

Pembicaraan di Islamabad Berakhir Tanpa Kesepakatan, Delegasi Iran dan AS Tinggalkan Pakistan

Perundingan Iran dan AS di Islamabad Berakhir Tanpa Kesepakatan

Delegasi Iran meninggalkan Islamabad menuju Teheran setelah menjalani perundingan penting dengan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung tanpa mencapai kesepakatan. Perundingan tersebut dilaksanakan dalam kerangka "Islamabad Talks" dan difasilitasi oleh Pakistan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik antara AS dan Israel terhadap Iran.

Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, serta didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan sejumlah pejabat lainnya. Mereka meninggalkan Pakistan setelah menjalani negosiasi intensif yang berlangsung dalam beberapa putaran diskusi. Sementara itu, delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance, dan turut serta utusan khusus Steve Witkoff serta menantu Presiden AS, Jared Kushner.

Perundingan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri penyerbuan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Gencatan senjata dua pekan yang rapuh juga telah dimediasi oleh Pakistan pada awal pekan ini.

Peran Pakistan dalam Perundingan

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar memastikan berakhirnya perundingan tersebut dan mendesak kedua pihak untuk tetap mematuhi komitmen terhadap gencatan senjata. Ia berharap Washington dan Teheran melanjutkan keterlibatan dalam "semangat positif" guna mencapai perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan.

Dar juga menegaskan bahwa Pakistan akan terus memainkan perannya dalam memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Iran dan AS pada hari-hari mendatang. Perundingan ini difasilitasi oleh pejabat senior Pakistan, termasuk Panglima Angkatan Darat Asim Munir.

Wakil Presiden AS J.D. Vance juga meninggalkan Islamabad dan dilepas oleh pejabat Pakistan di bandara. Meskipun demikian, perundingan tidak berhasil mencapai kesepakatan, dan kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan sejumlah perbedaan utama yang belum terselesaikan.

Pernyataan dari Pihak Iran

Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menyampaikan pernyataan bahwa Teheran akan tetap teguh dalam mempertahankan hak-haknya, mulai dari Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi. Ia menekankan bahwa persatuan nasional menjadi landasan untuk memajukan kepentingan negara.

“Dari kekuatan di Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi, kami tetap teguh pada hak-hak rakyat. Ini adalah komitmen kami untuk Iran yang kuat,” ujarnya.

Aref menambahkan bahwa Iran tetap berkomitmen untuk melindungi hak-haknya sambil melanjutkan upaya di jalur diplomatik dan nasional. Meski perundingan tidak menghasilkan kesepakatan, ia menilai bahwa langkah-langkah diplomatis masih diperlukan untuk mencapai solusi jangka panjang.

Kondisi Perundingan dan Tantangan yang Dihadapi

Perundingan yang berlangsung melalui beberapa putaran diskusi dan pertukaran usulan belum menghasilkan adanya terobosan signifikan. Kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan sejumlah perbedaan utama yang belum terselesaikan, seraya memberi sinyal bahwa upaya diplomatik lanjutan masih diperlukan.

Meski gencatan senjata dua pekan telah diberlakukan, kondisinya masih dianggap rapuh. Dengan begitu, tantangan besar tetap ada dalam proses diplomasi antara Iran dan AS. Namun, pihak-pihak terkait berharap bahwa perundingan dapat dilanjutkan dalam waktu dekat, dengan harapan mampu mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.