Pembocoran Air di Sungai Rungkut Surabaya, Ini Penjelasan Dosen ITS

admin.aiotrade 17 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Pembocoran Air di Sungai Rungkut Surabaya, Ini Penjelasan Dosen ITS
Pembocoran Air di Sungai Rungkut Surabaya, Ini Penjelasan Dosen ITS

Fenomena Semburan Air dan Gas di Kebon Agung, Surabaya

Semburan air yang terjadi di aliran sungai kawasan Kebon Agung, Rungkut Tengah, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya sejak Kamis (16/10/2025) hingga siang ini menarik perhatian warga setempat serta kalangan akademisi. Fenomena ini muncul dengan durasi sekitar 10 menit, disertai aroma gas kuat, lalu menghilang selama lima menit sebelum kembali muncul dengan intensitas sama. Tinggi semburan mencapai sekitar 60 sentimeter.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Wien Lestari ST MT, menjelaskan bahwa fenomena tersebut kemungkinan besar berasal dari kandungan gas alami yang tersimpan di bawah permukaan tanah, bukan dari kebocoran pipa utilitas.

“Dari laporan awal, kami sempat menduga apakah ada pipa gas yang terlepas. Namun hasil uji yang dilakukan pihak terkait menunjukkan kandungannya adalah belerang dan gas, bukan gas buatan dari pipa PGN,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Wien, berdasarkan kajian awal, gas tersebut kemungkinan berasal dari aktivitas vulkanik atau magmatis purba yang masih tersimpan di lapisan bawah tanah Surabaya. Ia juga menyebutkan bahwa fenomena serupa pernah muncul di Gunung Anyar dan Kedung Sari, di mana semburan air dan gas bertahan cukup lama namun debitnya menurun seiring waktu.

“Secara geologis, Surabaya tersusun dari lapisan lempung dan endapan tebal yang memang menyimpan gas dan hidrokarbon. Itu sebabnya beberapa titik di Surabaya Timur sering muncul semburan seperti ini,” jelasnya.

Studi Lanjutan untuk Memastikan Sumber Semburan

Wien menuturkan bahwa tim ITS bersama pihak terkait akan melakukan serangkaian studi lanjutan untuk memastikan sumber semburan tersebut. Beberapa tahapan yang akan dilakukan antara lain:

  • Pemetaan utilitas bawah tanah
  • Studi geofisika permukaan
  • Pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium

“Sampel air akan diuji untuk melihat kandungan hidrokarbon atau logam berat. Kalau nanti terdeteksi minyak atau TPH (Total Petroleum Hydrocarbon), baru bisa dikategorikan sebagai potensi pencemaran,” imbuhnya.

Namun sejauh pengamatannya, tidak ditemukan tanda-tanda tumpahan minyak di permukaan air, seperti warna mengkilap atau lapisan gelap kental.

“Dari hasil pengamatan visual, tampaknya ini murni gas saja, bukan oil spill,” tegasnya.

Keamanan dan Potensi Risiko

Terkait keamanan, Wien memastikan fenomena tersebut tidak berbahaya bagi warga sekitar karena lokasinya berada di ruang terbuka.

“Selama aktivitas berada di area outdoor seperti ini, risiko sangat kecil. Hanya perlu hati-hati kalau muncul di area permukiman padat,” katanya.

Ia juga menyebut semburan kemungkinan akan mereda secara alami seiring berkurangnya tekanan gas di bawah tanah.

“Biasanya setelah kandungan gasnya habis, semburan akan berhenti sendiri. Kita cukup pantau dan pastikan tidak ada kebocoran pipa utilitas di sekitar lokasi,” pungkasnya.

Indikasi Zona Rekahan Bawah Tanah

Fenomena ini menambah daftar lokasi di Surabaya Timur yang pernah mengalami semburan serupa, memperkuat indikasi adanya zona rekahan bawah tanah yang menjadi jalur migrasi gas dari lapisan terdalam bumi ke permukaan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan