
Peringatan Hari Guru Nasional dan Ulang Tahun PGRI di Kecamatan Masbagik
Perayaan Hari Guru Nasional (HGN) dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kecamatan Masbagik berlangsung dengan penuh semangat dan kebanggaan. Acara ini juga menjadi momen pelepasan para guru yang memasuki masa purna tugas. Di tengah antusiasme para peserta, sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan.
Dengan nada tegas namun hangat, Kepala Dinas menyampaikan beberapa kabar menyejukkan bagi ribuan tenaga pendidik di daerah ini. Salah satu informasi penting adalah rencana penyelesaian sertifikasi guru pada tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan. Kalimat singkat itu memberikan harapan baru bagi para guru, karena sertifikasi tidak hanya berkaitan dengan tunjangan, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan atas profesionalitas dan dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, Kepala Dinas juga menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap nasib guru P3K paruh waktu. Para guru ini sering kali khawatir tentang status dan keberlanjutan tugas mereka. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa semua tenaga paruh waktu yang telah tercatat dalam database akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) dan tetap menerima gaji seperti tahun sebelumnya. Bahkan, ia menegaskan bahwa gaji pada tahun 2026 akan sama dengan tahun 2025, memberikan kepastian yang sangat dinanti-nantikan oleh banyak guru.
Lebih menggembirakan lagi, Kepala Dinas menyatakan bahwa sekitar 1.500 guru Honorer tidak akan dirumahkan. Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat para pengabdi pendidikan kehilangan posisinya. Bahkan, pembiayaan untuk guru paruh waktu akan tetap dianggarkan melalui dana BOS, sebagai bentuk komitmen nyata agar proses belajar mengajar di sekolah-sekolah tetap berjalan tanpa hambatan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas juga menyampaikan bahwa jumlah tenaga pendidik di Lombok Timur kini mencapai lebih dari 1100 orang. Namun, ia mengakui adanya ketimpangan distribusi guru di beberapa wilayah. “Ada sekolah yang kelebihan guru, ada juga yang masih kekurangan. Ke depan kita akan atur kembali agar tidak ada yang dirugikan,” ujarnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem pendidikan yang adil dan merata di seluruh pelosok Lombok Timur.
Tidak hanya itu, Kepala Dinas juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kecamatan Masbagik, yang disebutnya sering menjadi barometer bagi kecamatan lain. Dari Masbagik, banyak lahir ide, inovasi, dan semangat kebersamaan yang menginspirasi dunia pendidikan Lombok Timur. “Masbagik ini selalu jadi contoh. Kalau di sini semangatnya besar, biasanya kecamatan lain ikut bergerak,” katanya, disambut senyum bangga dari para guru yang hadir.
Sambutan tersebut ditutup dengan pesan penuh motivasi: agar guru tetap berpegang pada dedikasi dan pengabdian, karena dari tangan merekalah masa depan bangsa dibentuk. “Tidak ada guru yang akan ditinggalkan. Semua akan kita perjuangkan,” ucapnya mantap.
Di bawah langit Masbagik yang cerah, semangat guru seolah menyala kembali. Mereka tidak hanya mendengar janji, tetapi juga merasakan kehadiran kepedulian yang nyata. Sebuah harapan baru tumbuh — bahwa pendidikan di Lombok Timur akan terus melangkah maju, dengan guru sebagai jantungnya yang berdenyut penuh semangat.