
Perhelatan MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah Dimulai
TEGAL – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, secara resmi membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) XXXI tingkat Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Tegal, Senin, 10 November 2025 malam. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 13 November 2025 dan diikuti oleh lebih dari 900 peserta yang berasal dari 35 kabupaten se-Jawa Tengah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Para peserta akan bersaing dalam sembilan cabang lomba dengan total 27 golongan. Untuk memastikan keadilan dalam penilaian, dewan hakim yang terdiri dari 57 orang akan melakukan evaluasi. Mereka adalah para mantan juara provinsi maupun nasional, bahkan beberapa di antaranya pernah meraih prestasi internasional.
Dalam sambutannya, Sumarno mengajak seluruh pihak untuk memahami dan menghayati isi Al-Qur’an serta hadis agar bisa menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kitab suci tersebut menyimpan banyak ketentuan, baik berupa perintah maupun larangan, yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Muslim.
Sumarno juga menjelaskan bahwa MTQH XXXI tahun 2025 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam MTQ Nasional 2026. Rencananya, event nasional ini akan diselenggarakan di Jawa Tengah pada tahun 2026.
“Maka dari itu, ajang MTQH kali ini menjadi persiapan untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2026,” ujarnya. Ia berharap potensi yang dimiliki oleh para peserta dapat dioptimalkan sehingga nantinya akan terpilih kafilah yang mewakili Jawa Tengah dalam MTQ Nasional 2026.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan Jawa Tengah mampu meraih juara umum dalam MTQ Nasional 2026. Hal ini menjadi target utama bagi seluruh pihak terkait.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menjelaskan bahwa MTQH 2026 memiliki perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada perhelatan kali ini, cabang hadis juga akan diperlombakan.
“Dengan demikian, harapannya dapat menjaring calon peserta yang akan diikutsertakan dalam MTQ Nasional 2026 maupun STQ 2027,” katanya.
Tujuan dan Harapan MTQH XXXI
-
Peningkatan Kualitas Peserta
Para peserta yang mengikuti MTQH XXXI akan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai cabang lomba. Dengan kompetisi yang ketat, diharapkan muncul peserta-peserta unggulan yang siap berkompetisi di tingkat nasional. -
Persiapan untuk MTQ Nasional 2026
Sebagai bagian dari persiapan menuju MTQ Nasional 2026, MTQH XXXI menjadi ajang penting untuk membangun semangat dan motivasi peserta. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama antar daerah dalam mempersiapkan acara nasional. -
Keterlibatan Dewan Hakim Berpengalaman
Penilaian dalam MTQH XXXI dilakukan oleh dewan hakim yang memiliki pengalaman di berbagai tingkat kompetisi. Hal ini memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan penilaian yang adil dan objektif. -
Pengembangan Cabang Hadis
Pada MTQH 2026, cabang hadis akan diperlombakan. Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap hadis sebagai sumber ajaran Islam.