
OPOP Expo 2025 Menjadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Pesantren
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, secara resmi membuka gelaran One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2025 di Royal Plaza Surabaya. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 50 pesantren yang berpartisipasi dalam pameran produk unggulan mereka. Gelaran ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Adhy Karyono menegaskan bahwa melalui pembinaan, pelatihan, dan fasilitas usaha, OPOP Expo telah memberikan dampak nyata bagi ribuan pondok pesantren di Jawa Timur. Program ini memungkinkan pesantren untuk terus menghadirkan unit usaha yang produktif dan mandiri.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
OPOP Expo: Lebih dari Sekadar Pameran Produk
Selain menjadi ajang pameran produk, OPOP Expo juga menjadi ruang silaturahmi, edukasi, dan pembuktian bahwa pesantren mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Acara ini juga meneguhkan posisi pesantren sebagai kekuatan ekonomi baru di Jawa Timur melalui ekosistem pesantrenpreneur, santripreneur, dan sociopreneur yang telah dibangun sejak program OPOP digulirkan pada 2019.
Adhy menekankan bahwa pesantren tidak hanya berkembang dalam bidang pendidikan, tetapi juga harus adaptif terhadap perubahan era digitalisasi. Pesantren perlu bertransformasi dengan pengembangan usaha berbasis teknologi, pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk halal, serta penyelenggaraan pendidikan vokasional berbasis kewirausahaan.
Adaptasi Pesantren di Era Digitalisasi
Dalam era digitalisasi, tantangan seperti perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi dan dinamika ekonomi global semakin cepat. Oleh karena itu, pesantren dituntut untuk beradaptasi dengan cepat. Pemprov Jatim berkomitmen untuk memperluas dan memperkuat ekosistem OPOP, sehingga keberlanjutan program ini tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan sosial dan budaya di lingkungan pesantren.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Sekdaprov mengajak kolaborasi antara pengasuh pesantren, dunia usaha, akademisi, dan media. Akademisi memiliki peran penting dalam riset untuk inovasi dan peningkatan kualitas produk. Sementara media berperan dalam mempromosikan produk unggulan pesantren agar dapat mencapai pasar yang lebih luas.
Membangun Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif
Semua upaya yang dilakukan dalam OPOP Expo bertujuan untuk membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan. Adhy menekankan bahwa OPOP menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi Jawa Timur secara keseluruhan. Dengan demikian, acara ini tidak hanya menjadi tonggak penguatan kemandirian ekonomi pesantren, tetapi juga kontribusi nyata Jawa Timur dalam membangun ekonomi yang adil dan merata.
Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi. Dengan kolaborasi antar berbagai pihak, seperti pengasuh pesantren, dunia usaha, akademisi, dan media, diharapkan OPOP dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Melalui inisiatif ini, pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga menjadi sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Dengan adanya OPOP Expo, pesantren dapat menunjukkan potensi mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi modern dan menjadi bagian dari transformasi ekonomi nasional.
Kesimpulan
OPOP Expo 2025 merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Melalui inisiatif ini, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang tinggi, OPOP akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Jawa Timur secara keseluruhan.