Pembunuh Kakak Ipar di Pasar Minggu Sering Dimarahi

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Pembunuh Kakak Ipar di Pasar Minggu Sering Dimarahi

Motif Pembunuhan di Jakarta Selatan Terungkap

Polisi telah mengungkap motif awal pelaku inisial ARH (30) yang membunuh BSP (39), seorang driver taksi online, yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya di Jalan Rawa Bambu II, RT 010 RW 07, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/10/2025) dini hari.

Menurut Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, pelaku ternyata telah memendam rasa kesal terhadap korban selama lama karena sering dimarahi oleh korban.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Dirinya sering dimarahi oleh kakak iparnya atau korban, dan pelaku sudah memendam emosi dengan korban," ujar Anggiat dalam keterangannya, Minggu (26/10/2025).

Pada saat kejadian, pelaku dalam kondisi sangat emosi. Ia kemudian memukul korban dengan palu besi seberat kurang lebih lima kilogram (kg). Akibatnya, korban meninggal dunia.

Korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengerikan, dengan mulut mengeluarkan darah segar dan kepala belakang pecah hingga mengeluarkan otak.

Saat ini, Polsek Pasar Minggu masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Mereka juga sedang meminta keterangan berbagai saksi guna mendukung proses penyelidikan.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, pria berinisial BSP (39) ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya di Jalan Rawa Bambu II, RT 010 RW 07, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/10/2025) dini hari.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban tewas setelah dipukul menggunakan palu besi seberat sekitar 5 kilogram (kg) oleh adik iparnya sendiri.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, menurut informasi dari Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela. Pada saat kejadian, korban tinggal bersama istri dan adik iparnya.

Menurut keterangan saksi, korban sempat menegur adik iparnya, ARH (30), yang sedang merokok di dalam kamar. Istri korban, H (39), juga ikut menegur pelaku. Teguran itu memicu ketegangan di antara mereka.

"Saksi atau istri korban menerangkan bahwa pada hari Sabtu tanggal 25 Oktober 2025 pukul 00.30 WIB, dirinya mendengarkan suami menegur adik saksi atau pelaku yang sedang merokok di kamar, selanjutnya saksi ikut menegur adik saksi secara baik-baik," ucap Anggiat, Minggu (26/10/2025).

"Namun suami dalam hal ini korban memanggil saksi dan menegur saksi 'biarkan saja adikmu merokok di kamar, nanti kita pindah saja dari rumah ini'. Mendengar kata-kata dari suami saksi, pelaku langsung emosi lalu mengambil palu gada di kamar belakang guna memukul korban," sambungnya.

Dalam keadaan marah, pelaku kemudian menuju kamar belakang, mengambil palu besi, dan menghantam kepala kakak iparnya. Saat mencoba melerai, tangan istri korban turut terkena palu.

Akibat luka parah di kepala, korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pelaku melarikan diri melalui dapur dan melompati pagar belakang rumah.

Pelarian pelaku tidak berlangsung lama. Ketua RT setempat, R (48), bersama warga inisial N (49), yang tengah berjaga di pos ronda melihat pelaku sedang berlari dengan wajah ketakutan.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap usai dikejar menggunakan sepeda motor. "Pelaku dapat diamankan, selanjutnya dibawa ke Polsek Pasar Minggu guna dimintai keterangan," tutur Anggiat.

Barang bukti yang disita dalam kejadian tersebut adalah palu besi yang digunakan untuk melukai korban. "Korban dalam keadaan meninggal dunia dengan mulut mengeluarkan darah segar dan kepala belakang pecah hingga mengeluarkan otak korban," ucap Anggiat.

"Pukul 02.50 WIB, jenazah di bawa ambulans ke RS Fatmawati guna dilakukan visum," lanjut dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan