
Penangkapan Pelaku Penculikan dan Pembunuhan di Manokwari
Polresta Manokwari, Polda Papua Barat berhasil menangkap pelaku penculikan dan pembunuhan seorang perempuan berinisial ATG (38). Kejadian ini terjadi setelah korban dikabarkan hilang dari rumahnya di kawasan Reremi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Minggu (09/11/2025).
Kapolresta Manokwari Kombes Pol Onky Isgunawan menyampaikan bahwa pelaku bekerja sebagai buruh bangunan. Pelaku ditangkap di Kampung Inggramui, Manokwari, sebelum sempat melarikan diri.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Jasad korban sudah ditemukan, dikubur di dalam septic tank sebuah bangunan baru di kawasan Reremi,” ujar Kapolresta kepada wartawan, Selasa (11/11/2025) petang. Polisi memastikan jasad korban akan divisum dan autopsi di RSUD Manokwari sebelum diserahkan kepada keluarga.
Untuk pelaku, saat ini masih satu orang (pria) yang telah ditahan untuk pemeriksaan serta pengembangan lebih lanjut. Kapolres menambahkan bahwa laporan disampaikan oleh suami korban sekitar pukul 19.00 WIT. Setelah laporan diterima, tim Reskrim mulai melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan, korban disebut sempat diturunkan di area belakang Kafe Melodika, Reremi Puncak. Tim Polresta Manokwari mencari di lokasi tersebut, namun korban tidak ditemukan. “Diduga korban telah dipindahkan ke tempat lain sehingga penyelidikan terus kami perluas,” kata Agung Gumara Samosir.
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa barang hasil curian berada di rumah korban. Barang bukti itu ditemukan di sebuah rumah kosong sedang dalam tahap pembangunan. Polisi juga mengamankan sebuah mobil yang diduga digunakan dalam kasus tersebut.
“Mobil sudah kami amankan, begitu juga orang yang mengemudikannya. Pria tersebut mengaku hanya membawa mobil karena diminta melalui telepon. Kami tetap lakukan pemeriksaan untuk mendalami perannya,” ujar Agung Gumara Samosir. Ia mengatakan Polresta Manokwari sedang mengejar seseorang diduga sempat membawa perempuan tersebut.
AKP Agung mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kasus perempuan hilang tersebut. “Proses penyelidikan terus berjalan. Kami berharap masyarakat bersabar, dan perkembangan hasilnya akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata Agung Gumara Samosir.
Proses Penyelidikan dan Tindakan yang Dilakukan
Selama proses penyelidikan, polisi melakukan beberapa langkah penting untuk mengungkap kasus ini. Pertama, mereka memeriksa lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian. Misalnya, area belakang Kafe Melodika yang menjadi titik awal penurunan korban. Namun, setelah dilakukan pencarian, korban tidak ditemukan di lokasi tersebut.
Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menemukan barang bukti di rumah kosong yang sedang dalam pembangunan. Barang bukti tersebut mencakup benda-benda hasil curian, yang kemungkinan besar terkait dengan tindakan kriminal yang dilakukan oleh pelaku.
Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan mobil yang diduga digunakan dalam kasus ini. Orang yang mengemudikan mobil tersebut mengaku hanya membawa kendaraan tersebut atas permintaan melalui telepon. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan peran pria tersebut dalam kasus ini.
Peran Keluarga dan Masyarakat
Keluarga korban, khususnya suami korban, memberikan laporan segera setelah kehilangan anggota keluarganya. Laporan ini menjadi dasar bagi tim Reskrim untuk segera melakukan penyelidikan. Dengan cepat, polisi melakukan investigasi dan mencari kemungkinan alur kejadian yang terjadi.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk tidak berspekulasi atau membuat asumsi-asumsi yang tidak jelas. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu proses penyelidikan dan memberikan informasi yang tidak akurat. Polisi berharap masyarakat dapat bersabar dan menunggu hasil penyelidikan yang lebih lengkap.
Langkah Berikutnya
Setelah penangkapan pelaku, pihak kepolisian akan terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus. Proses autopsi terhadap jasad korban akan dilakukan di RSUD Manokwari untuk memastikan penyebab kematian secara pasti. Hasil autopsi akan menjadi salah satu bukti penting dalam proses hukum yang akan dijalani oleh pelaku.
Selain itu, polisi juga akan terus memburu orang yang diduga terlibat dalam kasus ini. Dengan kerja sama yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan kasus ini dapat segera terselesaikan dengan adil dan transparan.