Pengerukan Sedimentasi di Pelabuhan Perikanan Dadap, Tindakan Strategis untuk Meningkatkan Fungsi Pelabuhan
Sebagai bagian dari upaya optimalisasi fungsi Pelabuhan Perikanan Dadap, dilakukan kegiatan sosialisasi pengerukan sedimentasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara TNI Angkatan Laut dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat serta Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu pada tahun 2025.
Bupati Indramayu Lucky Hakim hadir dalam kegiatan tersebut, didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Indramayu, Edi Umaedi. Mereka meninjau langsung kapal keruk yang digunakan untuk normalisasi aliran sungai di kawasan perairan Pelabuhan Dadap, Kecamatan Juntinyuat pada Kamis, (23/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kegiatan pengerukan ini menjadi langkah strategis untuk memperlancar aktivitas nelayan dan memperkuat fungsi pelabuhan sebagai pusat ekonomi kelautan.

Bupati Lucky menyampaikan bahwa meskipun pengerjaan kapal keruk seharusnya menjadi tugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Kabupaten Indramayu mengajukan percepatan agar masyarakat segera mendapatkan manfaatnya. Ia juga menjelaskan bahwa saat ini satu kapal keruk digunakan untuk melayani 14 muara di wilayah Indramayu.
Bupati berharap, ke depan akan ada tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi. “Harapan saya, pemerintah pusat dan provinsi bisa kembali memberikan dukungan anggaran agar masyarakat Indramayu, khususnya Desa Dadap, bisa terus bergotong royong memperkuat sektor perikanan. Nantinya, kawasan ini akan berkembang tiga kali lipat dari kondisi sekarang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem (PPMC) Ahman Kurniawan yang didampingi Kuwu Dadap, Asyriqin Syarif Wahadi, menambahkan bahwa Pelabuhan Dadap menjadi prioritas utama dalam program optimalisasi pelabuhan di wilayah pesisir. Ahman juga telah mengusulkan, agar ada pembangunan kampung nelayan Dadap dengan kapasitas rumah 60 unit yang lahannya sudah tersedia milik pemerintah provinsi.
“Ini berkah bagi Dadap. Saya melihat Dadap bukan hanya dikenal dengan mangganya, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pintu masuk dan keluar produk hasil industri perikanan dari Indramayu ke seluruh Indonesia. Ke depan, wilayah utara ini bisa menjadi pusat ekspor-impor hasil perikanan yang berbeda dengan pelabuhan lainnya, karena nantinya kapal berukuran besar pun dapat masuk melalui muara Dadap,” ujarnya.
Slamet (32), nelayan setempat mengaku senang dengan adanya pengerukan lumpur di muara Dadap. Dengan dikeruk, aktivitas perahu menjadi lancar. “Saya sangat bersyukur, karena sebelumnya sering terjadi kemacetan di muara. Sekarang lebih mudah untuk pergi mencari ikan,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi sarana komunikasi langsung antara pemerintah, nelayan, dan pihak terkait untuk memastikan proses pengerukan sungai dalam rangka optimalisasi fungsi Pelabuhan Perikanan Dadap berjalan lancar dan tepat sasaran. Berikut beberapa poin penting dari kegiatan ini:
- Percepatan Proses: Meskipun tugas pengerukan kapal keruk biasanya menjadi tanggung jawab BBWS, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengajukan percepatan agar masyarakat segera merasakan manfaatnya.
- Jumlah Muara yang Dilayani: Saat ini, satu kapal keruk digunakan untuk melayani 14 muara di wilayah Indramayu.
- Dukungan Anggaran: Bupati berharap adanya tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk memperkuat sektor perikanan di daerah.
- Pengembangan Kampung Nelayan: Ahman Kurniawan mengusulkan pembangunan kampung nelayan Dadap dengan kapasitas rumah 60 unit.
- Potensi Ekonomi: Pelabuhan Dadap memiliki potensi besar sebagai pintu masuk dan keluar produk perikanan dari Indramayu ke seluruh Indonesia.
- Kemudahan Akses Kapal: Nantinya, kapal berukuran besar dapat masuk melalui muara Dadap, sehingga meningkatkan daya saing pelabuhan.
- Keberlanjutan Aktivitas Nelayan: Nelayan setempat menyambut baik pengerukan lumpur di muara Dadap karena aktivitas perahu menjadi lebih lancar.