
Keterbukaan Sekolah dalam Kasus Keracunan MBG Dinilai Kurang
BANYUWANGI, aiotrade.app
Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zamroni, menyampaikan keheranannya terhadap sikap tidak terbuka dari sekolah-sekolah yang menjadi korban keracunan diduga akibat makan bergizi gratis (MBG). Hal ini diungkapkannya setelah melakukan inspeksi mendadak ke dua sekolah yang menjadi lokasi kejadian keracunan tersebut pada Jumat (24/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami menyayangkan, saat datang ke sekolah-sekolah guru seolah-olah ketakutan dan menyembunyikan informasi terkait insiden keracunan. Itu perasaan kami," ujar Zamroni, Sabtu (25/10/2025).
Meskipun demikian, ia tetap berupaya menjelaskan bahwa tujuan kunjungan tersebut bukan untuk membuat kegaduhan, melainkan untuk memperbaiki teknis pelaksanaan MBG jika ada kelalaian yang ditemukan.
"Ada ketakutan kenapa, kami telusuri. Kami juga bertanya di mana ahli gizi kalau hasil laboratorium membuktikan bahwa ada bakteri di MBG," tanyanya.
Zamroni menilai bahwa program MBG adalah langkah yang baik untuk meningkatkan gizi anak-anak. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan dengan hati-hati agar kesehatan para siswa tetap terjaga.
Ketua fraksi Partai Nasdem tersebut mengaku terkejut dengan alasan yang diberikan oleh sekolah, yaitu bahwa gejala mulas dan diare disebabkan oleh anak-anak makan rujak atau alasan lainnya.
"Kami menduga ada yang disembunyikan, tapi kami tidak tahu kenapa. Kami menduga," ujarnya.
Untuk ke depan, Zamroni mengimbau kepada pihak sekolah, baik kepala sekolah maupun guru, untuk lebih terbuka apabila menemukan kasus serupa. Ia menilai bahwa keterbukaan ini penting sebagai upaya bersama untuk menyelamatkan para anak didik agar dapat menikmati makanan sehat dan bergizi secara aman dan nyaman.
"Kami juga meminta BGN (badan gizi nasional) untuk memverifikasi semua SPPG. Dan kami minta seluruh pihak terkait MBG untuk berkomunikasi dengan kami sebagai wakil rakyat, supaya kita bisa memantau agar korban tidak banyak berjatuhan," tambahnya.
Langkah-Langkah yang Harus Diambil
-
Peningkatan Transparansi
Sekolah harus lebih transparan dalam memberikan informasi tentang kejadian keracunan. Dengan keterbukaan, pihak terkait dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan. -
Koordinasi dengan Ahli Gizi
Pihak sekolah perlu bekerja sama dengan ahli gizi untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan aman dan sesuai standar. -
Pemeriksaan Laboratorium
Hasil laboratorium harus digunakan sebagai dasar dalam menentukan penyebab keracunan. Jika ada bakteri atau bahan berbahaya, tindakan pencegahan harus segera diambil. -
Evaluasi Pelaksanaan MBG
Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan MBG diperlukan untuk memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan siswa. -
Komunikasi dengan Wakil Rakyat
Pihak sekolah dan instansi terkait harus aktif berkomunikasi dengan wakil rakyat seperti DPRD untuk memastikan bahwa semua masalah dapat segera ditangani. -
Pelatihan dan Edukasi
Guru dan staf sekolah perlu diberikan pelatihan dan edukasi terkait pengelolaan makanan serta tindakan darurat jika terjadi keracunan. -
Pemantauan Berkala
Pemantauan berkala terhadap kualitas makanan dan proses pengolahan perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Kesimpulan
Kasus keracunan MBG di Banyuwangi menunjukkan pentingnya keterbukaan dan koordinasi antara pihak sekolah, pemerintah, dan lembaga terkait. Dengan langkah-langkah yang tepat, program MBG dapat terus berjalan dengan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan anak-anak.