
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan pemerintah menyiapkan dana Ro 100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Namun, dana itu tidak hanya untuk pembongkaran tapi juga untuk perbaikan dan penataan jalan termasuk merapikan trotoar.
“Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar kecil bangetlah," kata Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu (11/1).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pramono menuturkan bahwa pembongkaran tiang beton yang bakal dimulai pada Rabu (14/1). Kegiatan ini menjadi salah satu prioritas sesuai permintaan gubernur terdahulu, Sutiyoso atau Bang Yos.
Pramono bahkan menyatakan akan mengundang Bang Yos untuk menghadiri proses pembongkaran. Hal itu dilakukan mengingat pembangunan tiang monorel itu dilakukan saat kepemimpinan Bang Yos di Jakarta.
- Emiten Prajogo Petrindo (CUAN) Ungkap Kabar Terbaru Temuan Tambang Emas PT Intam
- Kebakaran di Tambora Jakbar Hanguskan 14 Rumah, Kerugian Capai Rp 1,7 Miliar
- Kronologi Dugaan Suap yang Seret Kepala Kantor Pajak Jakut jadi Tersangka KPK
"Saya berharap Bang Yos bisa lebih nyenyak tidurnya karena monorel menjadi beban pribadi beliau. Maka, nanti minggu depan ini saya akan undang Bang Yos untuk hadir supaya monorel itu kita bersihkan jalannya, kita rapikan," ujar dia.
Pembangunan beton monorel di Rasuna Said, Jakarta, telah dimulai tahun 2004 di era Gubernur DKI Sutiyoso. Saat itu pembangunan itu diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, sebagai solusi kemacetan lalu lintas.
Namun, pembangunan berhenti pada 2007, karena masalah pendanaan dan aset. Pembangunan sempat kembali dilanjutkan pada era Gubernur Jokowi pada 2013, tapi gagal lagi karena sengketa antarperusahaan.
Proyek yang mangkrak meninggalkan tiang-tiang beton mangkrak yang akhirnya akan dibongkar di era Pramono Anung untuk penataan kota.