
Kebijakan Pembebasan UKT untuk Mahasiswa Terdampak Bencana
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan memberikan pembebasan biaya uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak atau berasal dari keluarga yang terkena dampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Langkah ini merupakan bagian dari rencana pemulihan yang disiapkan pemerintah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman menjelaskan bahwa rencana ini masuk dalam tahapan pemulihan yang telah direncanakan. “Pemberian pembebasan UKT 1 sampai 2 semester bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak,” kata Fauzan dalam paparannya saat rapat kerja dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
Fauzan menambahkan bahwa Kemendiktisaintek menyiapkan tujuh rencana pemulihan bencana yang akan dimulai pada Januari 2026 mendatang. Salah satunya adalah pembebasan UKT. Selain itu, ada beberapa langkah lain yang akan diterapkan untuk membantu masyarakat terdampak.
Rencana Pemulihan Lainnya
Beberapa rencana pemulihan lain yang akan dilaksanakan antara lain:
- Pengadaan dapur umum di berbagai kampus terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak.
- Pengaturan Ujian Akhir Semester (UAS) yang lebih fleksibel bagi berbagai kampus atau mahasiswa berasal dari keluarga terdampak.
- Penggalangan bantuan makanan, pakaian, hingga penjernih air yang dikirim melalui berbagai kampus daerah terdampak.
- Pembentukan tim psikososial bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat terdampak.
- Bantuan fasilitas untuk pembelajaran dan pemulihan proses pembelajaran normal.
- Pemulihan infrastruktur pembelajaran dan sosial.
Ditemui usai rapat, Wamendiktisaintek Fauzan mengatakan bahwa imbauan mengenai pembebasan biaya UKT ini telah disiapkan oleh Kemendiktisaintek. “Imbauannya sudah. Nanti tinggal kami formalkan,” kata dia.
Data Perguruan Tinggi dan Jumlah Mahasiswa Terdampak
Dalam rapat, Fauzan memaparkan total perguruan tinggi yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra berjumlah 60, dengan rincian sebagai berikut:
- Aceh: 31 perguruan tinggi (4 PTN dan 27 PTS)
- Sumatra Utara: 14 perguruan tinggi (1 PTN dan 13 PTS)
- Sumatra Barat: 15 perguruan tinggi (9 PTN dan 6 PTS)
Kemendiktisaintek juga menganggarkan dana sebesar Rp 75.986.474.452 untuk bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak. “Kami juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp 75.966.474.452,” kata Fauzan.
Data Jumlah Mahasiswa dan Dosen Terdampak
Berdasarkan data Kemendiktisaintek, jumlah mahasiswa terdampak mencapai 18.824 orang, sedangkan jumlah dosen terdampak sebanyak 1.306 orang. Rincian per wilayah adalah sebagai berikut:
- Aceh: 1.183 dosen dan 15.801 mahasiswa
- Sumatra Utara: 20 dosen dan 2.408 mahasiswa
- Sumatra Barat: 103 dosen dan 615 mahasiswa
Data Bencana Banjir dan Longsor
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 921 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdasarkan data sementara hingga Minggu (7/12). Musibah ini juga menyebabkan 392 orang hilang dan 975.079 warga mengungsi.