
Pemusnahan 5,7 ton udang yang terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH). Proses ini berlangsung di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Klapanunggal, Bogor, pada Sabtu (15/11). Sebanyak 494 kotak karton yang mengandung udang terkontaminasi dinyatakan sebagai bahan yang harus dimusnahkan.
Dari total 3.250 kotak karton yang diperiksa, hanya 494 kotak yang terbukti mengandung udang yang terkontaminasi Cs-137. Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan langkah perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan dari risiko paparan radiasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Sesuai dengan arahan Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofig selaku ketua harian satgas, pemusnahan ini harus memperhatikan prinsip kehati-hatian," ujar Ridho dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa udang tersebut berasal dari fasilitas pengolahan di kawasan industri modern Cikande yang sebelumnya dikembalikan oleh otoritas kesehatan Amerika Serikat karena tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Proses pemusnahan dilakukan menggunakan insinerator dengan suhu mencapai 800-900 derajat Celcius. Alat ini dilengkapi dengan Peralatan Pengendalian Emisi Udara dan Continuous Emission Monitoring System (CEMS) untuk memastikan proses pemusnahan berjalan secara aman dan sesuai regulasi.
Selain itu, pemusnahan ini telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Karantina Indonesia atau Barantin. Kegiatan tersebut dilakukan secara terpadu bersama KLH/BPLH, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Satuan Gugus Cesium-137.
Direktur Tindakan Karantina Ikan Akhmad Alfaraby menyampaikan bahwa pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen Barantin dalam mengawal keamanan pangan. "Kami akan terus memastikan bahwa semua produk yang masuk ke Indonesia memenuhi standar keamanan dan kesehatan," ujarnya dalam keterangan tertulis Barantin, Minggu (16/11).
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses pemusnahan ini antara lain:
- Pemilihan lokasi: Lokasi pemusnahan dipilih berdasarkan pertimbangan keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar.
- Teknologi pemusnahan: Penggunaan insinerator dengan suhu tinggi dan alat pengendali emisi memastikan limbah dapat dimusnahkan tanpa menghasilkan dampak negatif terhadap lingkungan.
- Koordinasi lembaga: Keterlibatan beberapa lembaga seperti Bapeten dan BRIN menunjukkan adanya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi isu kontaminasi radioaktif.
- Penyuluhan masyarakat: Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, pihak terkait juga melakukan sosialisasi mengenai bahaya paparan radiasi dan cara menghindarinya.
Pemusnahan ini menjadi contoh bagaimana tindakan cepat dan kolaborasi antar lembaga dapat membantu mengurangi risiko yang muncul akibat kontaminasi radioaktif. Dengan langkah-langkah yang terencana dan terkoordinasi, diharapkan tidak ada lagi produk yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.