Pemerintah Harus Beri Stimulus untuk Bangkitkan Ekonomi Akhir Tahun 2025

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 13x dilihat
Pemerintah Harus Beri Stimulus untuk Bangkitkan Ekonomi Akhir Tahun 2025


aiotrade.CO.ID-JAKARTA.

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai stimulus pada kuartal IV-2025 dengan harapan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di akhir tahun tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan yang sudah diterapkan cukup memadai untuk menciptakan momentum positif dalam perekonomian nasional. Namun, beberapa ahli ekonomi menilai bahwa stimulus tersebut masih perlu diperkuat agar efeknya lebih signifikan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai bahwa kebijakan yang ada saat ini belum cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025. Ia menyarankan agar program bantuan seperti BLT tambahan diperluas dan disesuaikan dengan kebutuhan segmen kelas menengah. Menurut Bhima, kelompok desil 5 dan 6 seharusnya juga mendapatkan perlindungan sosial guna meningkatkan daya beli mereka.

Selain fokus pada sisi konsumsi, Bhima menekankan pentingnya pengembangan sektor industri. Ia menyarankan pemerintah memberikan dukungan langsung melalui insentif biaya produksi, seperti diskon tarif listrik sebesar 40% hingga kuartal II-2026. Dengan adanya diskon ini, biaya utilitas perusahaan bisa lebih rendah, sehingga efisiensi dapat dialihkan untuk rekrutmen tenaga kerja.

Lebih lanjut, Bhima juga menyoroti pentingnya program pelatihan kerja dan magang. Ia menyarankan agar program magang dilengkapi dengan nota kesepahaman (MoU) antara peserta dan perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar hasil pelatihan tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi juga berujung pada rekrutmen. Selain itu, ia menyarankan agar perusahaan yang menerima magang diberikan insentif agar lebih tertarik mengakomodasi peserta magang.

Sementara itu, Faisal Rachman dari Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank menilai bahwa stimulus yang diberikan pemerintah pada kuartal IV-2025 cukup besar dalam mendorong daya beli masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa stimulus saja tidak cukup tanpa disertai perbaikan di pasar tenaga kerja. Menurutnya, salah satu alasan pertumbuhan konsumsi rumah tangga belum kembali ke atas 5% seperti sebelum pandemi adalah karena penyusutan kelas menengah Indonesia. Oleh karena itu, ia menyarankan agar stimulus untuk kalangan menengah ditingkatkan lagi.

Dari sisi moneter, Faisal menilai bahwa penurunan suku bunga harus dapat ditransmisikan lebih cepat ke suku bunga kredit. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu terus meningkatkan kepercayaan sektor riil, baik dari sisi konsumen maupun pelaku bisnis. Dengan meningkatnya kepercayaan, maka pertumbuhan ekonomi akan lebih stabil dan berkelanjutan.

Kebijakan stimulus yang dikeluarkan pemerintah memang menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih holistik, diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai target yang ditetapkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan