Pemerintah Kaji Penggabungan Grab dan Gojek untuk Ojol, Libatkan Danantara

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Pemerintah Kaji Penggabungan Grab dan Gojek untuk Ojol, Libatkan Danantara

Pemerintah Siapkan Badan Pengelola Investasi untuk Dukung Penggabungan Grab dan Gojek

Pemerintah sedang menyiapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai bagian dari upaya penggabungan usaha antara Grab dan Gojek. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan ketentuan yang dapat mengatur proses merger kedua perusahaan transportasi ojek online (ojol) tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Danantara terlibat dalam proses ini karena ada proses korporasi yang menjadi bagian dari pembicaraan," ujar Prasetyo di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (7/11). Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah berdiskusi dengan pimpinan Grab dan Gojek mengenai rencana penggabungan tersebut.

Kabar tentang kemungkinan merger antara Grab dan Gojek sempat muncul pada Juni 2024, namun dibantah oleh kedua perusahaan. Kini isu tersebut kembali dibahas menjelang penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) ojol oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir tahun ini.

Pemerintah Dukung Grab dan Gojek Merger Demi Ojol

Menurut Prasetyo, rencana merger Grab dan Gojek merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada para mitra ojol. Ia menilai bahwa penggabungan kedua perusahaan bertujuan untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menjaga lapangan kerja bagi jutaan mitra pengemudi ojol.

"Perusahaan ini menyediakan layanan, sehingga menciptakan tenaga kerja. Jumlah mitra pengemudi ojol cukup besar. Kami sadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi," ujarnya.

Skema peleburan Grab dan Gojek menjadi satu perusahaan tunggal juga menjadi salah satu pembahasan dalam rancangan Perpres yang mengatur status, perlindungan, dan tarif untuk pengemudi atau mitra ojol.

"Masih dalam penyempurnaan. Dalam artian dilengkapi dari berbagai pihak, baik mitra ojol maupun aplikator," tambah Prasetyo.

Pemerintah Ingin Gojek Dimiliki Mayoritas Indonesia

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pemerintah ingin GoTo Gojek Tokopedia dimiliki mayoritas oleh orang Indonesia. Hal ini merespons kabar bahwa Grab sedang mengkaji kemungkinan mengakuisisi pesaingnya tersebut.

Namun, Dasco tidak merinci bagaimana hal itu bisa terwujud. Menurut laporan Reuters pada Juni 2024, saham GoTo didominasi oleh investor asing sebesar 73,90%, termasuk SoftBank Group Jepang dan Taobao Holding, unit Alibaba Group Tiongkok. Sisanya dimiliki oleh investor lokal.

Sementara itu, Grab Holdings Ltd menyatakan bahwa saat ini tidak sedang menjalin pembicaraan untuk mengakuisisi PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. Perusahaan belum menandatangani perjanjian definitif terkait akuisisi GoTo.

"Pemerintah Indonesia terus menjadi negara penting dalam menjalankan misi kami karena kami terus melayani pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra merchant di Indonesia," kata Grab dalam pernyataannya, dikutip Bloomberg pada Juni 2024.

Proses Penggabungan Membutuhkan Persyaratan Tambahan

Menurut tiga sumber Reuters, Grab dan GoTo membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyepakati kesepakatan setelah pemerintah Indonesia mengajukan beberapa persyaratan agar rencana penggabungan bisa terlaksana.

"Pemerintah Indonesia sedang mengkaji bagaimana potensi penggabungan tersebut akan berdampak terhadap kesejahteraan kerja dan persaingan pasar di ekonomi terbesar dan terpadat di Asia Tenggara," kata dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, dikutip dari Reuters pada Juni 2024.

Selain itu, pemerintah juga menginginkan entitas hasil penggabungan tersebut memberikan manfaat lebih baik bagi mitra pengemudi, seperti biaya dan bonus yang lebih tinggi. Namun, sumber tersebut tidak ingin disebutkan namanya karena pembicaraan bersifat rahasia.

Potensi Raksasa Teknologi di Asia Tenggara

The Economist melaporkan bahwa jika Grab dan GoTo Gojek Tokopedia bergabung, maka akan terbentuk raksasa teknologi di Asia Tenggara yang menguasai sekitar empat perlima layanan taksi online dan ojol, serta dua pertiga layanan pesan-antar makanan di kawasan tersebut. Meski demikian, nilai perusahaan tetap di bawah induk Shopee, Sea Ltd.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan