Pemerintah Salurkan Rp 4 M ke Daerah Terdampak Bencana Sumatra

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 9x dilihat
Pemerintah Salurkan Rp 4 M ke Daerah Terdampak Bencana Sumatra


Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penyaluran dana sebesar Rp 4 miliar untuk masing-masing dari 52 pemerintah kabupaten/kota yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Keputusan ini berawal dari permintaan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengajukan proposal bantuan tambahan dana dari pemerintah pusat untuk pemerintah daerah (pemda) yang terkena dampak bencana.

Tito menjelaskan bahwa kondisi keuangan dana belanja tidak terduga (BTT) pemda yang terdampak banjir saat ini sangat terbatas. Banyak daerah hanya memiliki sisa BTT dalam jumlah sangat kecil, berkisar antara Rp 75 juta hingga Rp 300 juta. Ia menyampaikan bahwa BTT biasanya menjadi anggaran utama untuk menghadapi situasi krisis, namun karena sudah mendekati akhir tahun, jumlahnya sangat tipis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kabupaten/kota ini anggaran mereka yang diandalkan untuk keadaan krisis namanya BTT. Tapi karena ini akhir tahun, angkanya sangat tipis,” ujar Tito saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, seperti disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Ahad (7/12), malam.

Awalnya, Tito mengusulkan dana sebesar Rp 2 miliar untuk 52 kabupaten/kota terdampak. Dana tersebut akan digunakan oleh pemda untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan seperti penyediaan popok bayi hingga kebutuhan harian perempuan. “Biasanya masyarakat minta kepada pemerintah, termasuk pemerintah daerah,” ujarnya.

Presiden Prabowo menyetujui permintaan Tito sekaligus meningkatkan jumlah bantuan menjadi Rp 4 miliar per daerah. “Baik, Pak Mendagri, Anda minta Rp 2 miliar per kabupaten ya? Saya kasih Rp 4 miliar,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga memerintahkan Tito untuk melakukan pendataan terkait keperluan bantuan tambahan untuk pemerintah provinsi yang wilayahnya paling terdampak banjir di Sumatera. Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan menyalurkan tambahan dana sebesar Rp 20 miliar kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Prabowo menyampaikan hal tersebut sembari menunjuk ke arah Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

“Nanti untuk yang Sumatera (Utara dan Barat) berapa, nanti gubernurnya suruh ketemu saya,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan bahwa tingkat kerusakan akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terbilang serius dan memprihatinkan. Ia menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan dan pemulihan bencana. Rapat tersebut berlangsung di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Ahad (7/12) malam.

“Saya dapat laporan kondisi memang cukup memprihantikan,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa banjir dan tanah longsor menyisakan hamparan sawah rusak hingga memicu banyak bendungan jebol sehingga merusak jaringan irigasi pertanian di wilayah terdampak. “Kemudian para gubernur dan para bupati melaporkan cukup banyak perumahan yang harus kita bantu untuk dibangun kembali,” ujarnya.

Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 921 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdasarkan laporan sementara hingga Minggu (5/12). Musibah itu juga menyebabkan 392 orang hilang dan 975.079 warga mengungsi.

Banjir dan tanah longsor juga mengakibatkan lebih dari 147 ribu rumah dan 405 jembatan di tiga provinsi terdampak rusak. Kejadian itu juga menghancurkan 199 fasilitas kesehatan, 701 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung/kantor, dan lebih dari seribu fasilitas umum lainnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan