Pemerintah Selidiki Dugaan Pelanggaran Hukum Tambang Freeport

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 20x dilihat
Pemerintah Selidiki Dugaan Pelanggaran Hukum Tambang Freeport

Proses Investigasi Insiden Tambang Grasberg Block Cave

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa proses investigasi penyebab insiden longsoran di tambang Grasberg Block Cave (GBC), yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI), masih berlangsung. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung telah menurunkan tim dari Direktorat Jenderal Minerba dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tujuan utamanya adalah memastikan apakah ada masalah hukum atau faktor kelalaian dalam kejadian tersebut. Tim ini sedang melakukan evaluasi terkait insiden tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Longsoran di tambang Freeport menyebabkan aliran lumpur sebanyak 800 ribu ton mengalir ke dalam tambang bawah tanah GBC, sehingga mengakibatkan tujuh pekerja meninggal dunia. Meskipun demikian, Yuliot belum memberikan rincian mengenai kapan periode evaluasi akan berlangsung.

Peluang Operasi Kembali Dua Tambang PTFI

Selain melakukan evaluasi terhadap insiden tersebut, Yuliot juga menjawab pertanyaan terkait peluang beroperasinya kembali dua tambang PTFI yang tidak mengalami longsoran. Saat ini, produksi PTFI berasal dari tiga tambang, yaitu Grasberg Block Cave (GBC) yang mengalami longsoran, serta Deep Mill Level Zone and Big Gossan.

Yuliot menyatakan bahwa jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa dua tambang tersebut aman untuk ditambang, maka pihaknya akan mengizinkan operasi kembali. Hal ini dilakukan karena perlu dipisahkan antara kepentingan tambang yang terdampak dan yang tidak terdampak.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno menyampaikan bahwa jika perusahaan mengajukan permohonan untuk mulai beroperasi di tambang Deep Mill Level Zone and Big Gossan, pemerintah akan mempertimbangkan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa jika area tersebut tidak terdampak longsoran, maka tidak masuk akal jika pemerintah tidak memberikan izin operasi kembali.

Evaluasi dan Rencana Produksi Mendatang

Tambang GBC milik PTFI telah mengalami insiden longsoran pada 8 September, yang diisi oleh 800 ribu ton aliran lumpur. Akibat kejadian ini, seluruh aktivitas operasi di tambang PTFI terhenti, termasuk dua tambang yang tidak mengalami longsoran. Perusahaan saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut.

Tri Winarno menyatakan bahwa daerah yang kemarin mengalami longsoran belum boleh dilakukan kegiatan operasi produksi. Dalam laporan perusahaan induk PTFI yakni Freeport McMoran, disebutkan bahwa perusahaan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia terkait rencana produksi mendatang. Pada 24 September, PTFI telah menyiapkan perkiraan skenario untuk operasional tambang.

Potensi ini mencakup pembukaan kembali tambang bawah tanah Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang tidak terdampak pada kuartal keempat 2025. Diikuti dengan pembukaan kembali bertahap dan peningkatan produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada 2026.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan