
Pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp8 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada 9 Desember 2025.
Berdasarkan keterangan dari Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran masuk yang tercatat dalam lelang kali ini mencapai Rp18,85 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berikut rincian penyerapan dana dari masing-masing seri SBSN:
-
Seri PBS038 (pembukaan kembali)
Dana yang diserap sebesar Rp2,75 triliun dari total penawaran masuk Rp3,02 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,75829 persen dengan jatuh tempo 15 Desember 2049. -
Seri SPNS10082026 (pembukaan kembali)
Dana yang diserap sebesar Rp1,55 triliun dari total penawaran masuk Rp5,8 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,83323 persen dengan jatuh tempo 10 Agustus 2026. -
Seri SPNS12012026 (pembukaan kembali)
Dana yang diserap sebesar Rp1,45 triliun dari total penawaran masuk Rp1,73 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,50000 persen dengan jatuh tempo 12 Januari 2026. -
Seri PBS030 (pembukaan kembali)
Dana yang diserap sebesar Rp1,2 triliun dari total penawaran masuk Rp3,44 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,24496 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2028. -
Seri PBS040 (pembukaan kembali)
Dana yang diserap sebesar Rp600 miliar dari total penawaran masuk Rp1,79 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,60795 persen dengan jatuh tempo 15 November 2030. -
Seri PBS034 (pembukaan kembali)
Dana yang diserap sebesar Rp250 miliar dari total penawaran masuk Rp2,22 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,37867 persen dengan jatuh tempo 15 Juni 2039. -
Seri PBS039 (pembukaan kembali)
Dana yang diserap sebesar Rp200 miliar dari total penawaran masuk Rp400 miliar. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,51605 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2041. -
Seri SPNS01062026 (pembukaan kembali)
Meskipun memiliki penawaran masuk sebesar Rp460 miliar, pemerintah memutuskan untuk tidak menyerap dana dari seri ini.
Lelang SBSN ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengumpulkan dana untuk mendukung berbagai kebutuhan negara, termasuk pembangunan infrastruktur dan pengelolaan risiko keuangan. Dengan berbagai seri yang ditawarkan, pemerintah dapat menyesuaikan suku bunga sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan anggaran.
Selain itu, lelang ini juga menunjukkan minat besar dari investor terhadap instrumen keuangan syariah di Indonesia. Dengan imbal hasil yang kompetitif dan jatuh tempo yang beragam, SBSN menjadi pilihan menarik bagi para pemodal yang ingin berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional sambil tetap menjalankan prinsip-prinsip syariah.