
Pemerintah sedang mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat koperasi-koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Salah satu inisiatif utama adalah mengumpulkan sekitar 100 koperasi besar nasional sebagai pembina atau "kakak asuh" bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta tata kelola pada koperasi-koperasi yang baru berdiri.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Krisdianto, menjelaskan bahwa konsep "Kakak Asuh" menjadi kunci dalam percepatan operasionalisasi Kopdes Merah Putih. Ia menegaskan bahwa banyak pengurus Kopdes Merah Putih masih baru dalam dunia koperasi, sehingga membutuhkan bimbingan terkait pengetahuan, keterampilan, dan sistem tata kelola yang baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Konsep 'Kakak Asuh' sangat penting, mengingat banyak pengurus Kopdes Merah Putih yang baru pertama kali berkoperasi sehingga membutuhkan dukungan pengetahuan, keterampilan, dan tata kelola,” ujar Dirut LPDB, yang merupakan satuan kerja dari Kementerian Koperasi, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 15 November 2025.
Selain itu, Krisdianto menambahkan bahwa percepatan program Kopdes Merah Putih saat ini menjadi prioritas pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada TNI untuk membantu proses verifikasi dan pembentukan Kopdes Merah Putih. Target pemerintah adalah mencapai 20.000 Kopdes terverifikasi secara nasional hingga akhir Januari 2026.
“Ini bukan sekadar program biasa. Bahkan oleh pimpinan TNI disebut sebagai operasi militer bukan dalam konteks perang, tetapi menunjukkan tingkat keseriusan dan urgensi. Semua unsur pemerintah turun tangan untuk memastikan target dapat tercapai,” tambahnya.
Dalam rangka memperkuat kapasitas pengurus Kopdes Merah Putih, Kementerian Koperasi juga akan menempatkan ratusan pengurus untuk mengikuti program magang di koperasi-koperasi eksisting. Pengurus dari 500 Kopdes Merah Putih yang ditetapkan sebagai percontohan akan ditempatkan di enam titik koperasi yang telah memiliki model usaha yang berjalan baik.
Magang tersebut akan berlangsung selama 8–10 hari dengan praktik langsung di lapangan. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata serta mempercepat pemahaman pengurus tentang cara mengelola koperasi secara efektif dan berkelanjutan.
Beberapa hal yang akan dipelajari selama magang antara lain: * Sistem administrasi dan keuangan koperasi * Manajemen sumber daya manusia * Pemasaran produk dan layanan * Pengelolaan risiko dan keuangan
Dengan adanya program "Kakak Asuh" dan magang ini, pemerintah berharap bisa membentuk koperasi-koperasi yang tangguh dan mandiri, yang mampu berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal maupun nasional.