Pemerintah Tak Akan Beri Stimulus Tambahan di Kuartal IV 2025

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 24x dilihat
Pemerintah Tak Akan Beri Stimulus Tambahan di Kuartal IV 2025

Pemerintah Tidak Akan Berikan Stimulus Tambahan di Kuartal IV 2025

Pemerintah tidak akan mengeluarkan stimulus tambahan pada kuartal IV tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga, saat berada di kantornya, Jumat (7/11/2025). Menurutnya, paket kebijakan ekonomi dan stimulus yang telah diberikan sebelumnya sudah cukup untuk menjaga daya beli masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Enggak ada, enggak ada (stimulus baru). Cukup yang kemarin sudah diberikan," ujar Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga tidak menyiapkan stimulus khusus bagi kelompok masyarakat kelas menengah menjelang akhir tahun. Ia menyatakan bahwa stimulus yang telah digulirkan sebelumnya sudah mencakup segmen tersebut.

"Kemarin kan stimulusnya salah satunya sampai desil 4. Ya terus mengenai terkait dengan PPH gaji kan itu untuk kelas menengah," jelas Airlangga.

Paket Kebijakan Ekonomi “8+4+5”

Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan ekonomi “8+4+5” pada bulan September lalu. Paket ini terdiri dari delapan program akselerasi tahun 2025, empat program lanjutan pada 2026, serta lima program penyerapan tenaga kerja.

Beberapa stimulasi tambahan yang diberikan antara lain:

  • Program magang nasional untuk 100 ribu lulusan baru (fresh graduate)
  • Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM)
  • Perluasan insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi sektor pariwisata

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa rangkaian stimulus pemerintah tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada sisa tahun 2025.

"Taruhan saya adalah triwulan IV pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5,5 persen dengan stimulus," kata Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin lalu (3/11/2025).

Kebijakan Penempatan Dana Pemerintah

Salah satu stimulus utama yang diandalkan pemerintah adalah penempatan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini dinilai telah memperkuat likuiditas perekonomian, yang terlihat dari pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 13,2 persen secara tahunan (yoy) dan uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar 8 persen (yoy) per September 2025.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Sejahtera sebesar Rp31,5 triliun yang menyasar 35,05 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari kelompok desil 1-4 Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat mempertahankan stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan