Pemerintah Tekankan Peran Pers dalam Bentuk Wajah Demokrasi

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Pemerintah Tekankan Peran Pers dalam Bentuk Wajah Demokrasi
Pemerintah Tekankan Peran Pers dalam Bentuk Wajah Demokrasi

Peran Pers dalam Membentuk Demokrasi yang Sehat

Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas) Otto Hasibuan menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam membentuk wajah demokrasi dan meningkatkan kesadaran publik. Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak akan tumbuh tanpa peran pers yang independen dan berintegritas.

Media online kini menjadi garda depan dalam mencerdaskan masyarakat. Otto menekankan bahwa kebebasan pers dijamin oleh undang-undang, namun harus dijalankan dengan menjunjung tinggi etika profesi dan tanggung jawab moral. Kebebasan tersebut, katanya, harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hukum dan nilai kebenaran.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia juga mengingatkan pentingnya peran jurnalisme dalam melawan hoaks dan disinformasi yang marak di ruang digital. “Pers harus menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan disinformasi, dengan menyajikan berita yang faktual, berimbang, dan berintegritas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Otto menegaskan bahwa pemerintah dan insan pers perlu berjalan berdampingan dalam menjaga kualitas demokrasi nasional. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dan koordinasi dengan media. “Kami terbuka untuk berdialog. Kami percaya, kritik yang jernih justru membantu memperbaiki kebijakan publik,” kata Otto.

Ia berharap, kemitraan strategis antara media dan pemerintah dapat memperkuat kepemimpinan publik yang cerdas, transparan, dan mencerahkan. “Mari bersama menjadikan kebebasan pers sebagai kekuatan untuk mencerdaskan bangsa dan memperkokoh karakter demokrasi kita,” tambahnya.

Peran Dewan Pers dalam Mendukung Kebebasan Pers

Sementara itu, Dewan Pers menegaskan bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak menghalangi tugas jurnalistik selama wartawan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik. “UU ITE tidak mengancam kebebasan pers sepanjang wartawan berpegang teguh pada 11 pasal kode etik jurnalistik,” kata Totok.

Totok menambahkan, jika ada wartawan yang tersangkut kasus UU ITE terkait pemberitaan, aparat penegak hukum akan berkoordinasi dengan Dewan Pers. “Selama berpegang pada kode etik jurnalistik, wartawan tidak perlu takut dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Tanggung Jawab Jurnalis dalam Era Digital

Dalam era digital yang semakin kompleks, jurnalis dihadapkan pada tantangan baru seperti hoaks dan disinformasi. Untuk itu, mereka harus lebih waspada dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada publik. Jurnalisme yang baik tidak hanya tentang kecepatan dalam menyampaikan berita, tetapi juga tentang akurasi dan kejujuran.

Jurnalis juga perlu memahami aturan hukum yang berlaku, termasuk UU ITE, agar tidak terjebak dalam situasi yang merugikan. Namun, dengan berpegang pada kode etik jurnalistik, mereka dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan profesional.

Pentingnya Kolaborasi antara Pemerintah dan Media

Pemerintah dan media memiliki peran masing-masing dalam membangun demokrasi yang sehat. Pemerintah bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kebebasan pers, sementara media bertugas untuk memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi antara kedua pihak ini sangat penting untuk memastikan bahwa demokrasi tetap berkembang secara positif. Dengan dialog yang terbuka, masukan dari media dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan publik.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Di tengah tantangan yang semakin besar, pers juga memiliki peluang untuk menjadi agen perubahan. Dengan menggunakan teknologi dan platform digital, media dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan informasi yang lebih cepat dan akurat.

Namun, hal ini juga membutuhkan komitmen dari para jurnalis untuk tetap menjaga integritas dan etika kerja. Dengan kombinasi antara inovasi dan profesionalisme, pers dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas dan demokratis.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan